Labuan Bajo, NTT/divisinews.com – Warga kembali dibuat frustrasi. Antrean kendaraan sepanjang kiloan meter terlihat mengular di jalur Labuan Bajo–Ruteng, tepatnya di SPBU Pertamina Lembor, Rabu (3/12/2025). Kelangkaan BBM yang sudah berlangsung berhari-hari kini membuat situasi semakin memanas.
Terpantau, mobil dan motor dari berbagai jenis dibiarkan terparkir tak berdaya. Para sopir dan warga harus menunggu tanpa kepastian, sebagian bahkan sudah hampir seminggu berada di lokasi hanya demi beberapa liter BBM yang tak kunjung datang. Mereka tidur di mobil, bolak-balik ke SPBU, dan kehilangan waktu kerja yang berharga.
“Kami sudah menunggu selama 5 hari,” ujar Adi Husen (32), sopir pick-up asal Lembor, dengan nada penuh kelelahan.

Adi mengaku kerugian ekonominya dari penjualan ikan semakin membengkak karena kendaraan yang seharusnya membantu mencari nafkah justru terhenti total. Ia merasa pemerintah dan pihak terkait seolah menutup mata terhadap penderitaan para sopir.
“Setiap hari kami menitipkan mobil di antrean ini, tanpa tahu kapan BBM datang. Tidak ada kepastian sama sekali,” tegasnya kesal.
Warga menilai kondisi ini bukan lagi masalah teknis semata, tetapi kegagalan manajemen pasokan yang berdampak langsung pada kehidupan sehari-hari. Aktivitas ekonomi tersendat, transportasi lumpuh, dan masyarakat dipaksa menanggung kerugian tanpa solusi.
Adi berharap Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat segera turun tangan sebelum kondisi semakin kacau, terutama menjelang hari raya dan tahun baru.
“Hari raya sudah dekat. Masa kami harus antre begini terus? Semoga suplai BBM bisa normal, jangan sampai kami terus jadi korban,” tutupnya dengan nada kecewa.
Penulis : Safridus Ndagak.













