Example 728x250
BeritaDaerahOpini

Warga Malunda Digegerkan Penemuan Pria Tergantung di Pohon, Polisi Pastikan Bukan Tindak Pidana

225
×

Warga Malunda Digegerkan Penemuan Pria Tergantung di Pohon, Polisi Pastikan Bukan Tindak Pidana

Sebarkan artikel ini

Gantung Diri

DivisiNews.com, Majene, Sulbar — Warga Lingkungan Kayu Colo, Kelurahan Lamungan Batu, Kecamatan Malunda, Kabupaten Majene, digegerkan dengan penemuan sesosok mayat pria dalam kondisi tergantung di sebuah pohon, Selasa (13/1/2026) sekitar pukul 14.00 Wita.
Korban diketahui bernama Nur Fadly (38), warga Dusun Mosso Timur, Desa Lombong Timur, Kecamatan Malunda, Kabupaten Majene.

Penemuan mayat tersebut pertama kali diketahui oleh empat orang saksi, masing-masing Muhammad (32), Busman (48), Sudirman (40), dan Reski (20), yang saat itu sedang bekerja membuat pagar di bagian belakang sebuah rumah di sekitar lokasi kejadian.

Menurut keterangan saksi, peristiwa bermula ketika Muhammad hendak mengambil pasir menggunakan arco atau gerobak. Saat mendorong gerobak tersebut, ia terkejut melihat sesosok tubuh tergantung di atas pohon. Muhammad kemudian berteriak memanggil rekan-rekannya. Keempat saksi selanjutnya menuju jalan poros untuk meminta bantuan warga sekitar dan segera menghubungi pihak kepolisian.

Baca Juga  MPC Pemuda Pancasila: Menuju Kader Tangguh Berkualitas, Bermental Pancasila

Mendapatkan laporan tersebut, personel Polsek Malunda langsung mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP). Korban kemudian dievakuasi dan dibawa ke Puskesmas Malunda untuk dilakukan penanganan serta pemeriksaan medis.

Kapolsek Malunda, IPTU Antonius B, saat dikonfirmasi menjelaskan bahwa sebelum kejadian, korban sempat berada di Mako Polsek Malunda sejak Senin (12/1/2026) sekitar pukul 13.30 Wita hingga Selasa (13/1/2026) sekitar pukul 08.00 Wita. Namun, menjelang siang hari, korban sudah tidak terlihat lagi berada di mako.

“Korban sebelumnya berada di Mako Polsek Malunda karena adanya aduan dari warga. Yang bersangkutan kerap membuat kegaduhan dan meresahkan masyarakat,” jelas IPTU Antonius.

Baca Juga  Digelar Secara Rutin, Personel Polres Gowa dan Siswa Latja Gelar Doa Bersama.

Lebih lanjut, Kapolsek mengungkapkan bahwa korban diketahui mengalami gangguan kondisi kejiwaan berupa depresi dan kecemasan, serta sering mengamuk tanpa sebab. Kondisi tersebut diduga dipengaruhi oleh penggunaan obat-obatan.

Berdasarkan hasil visum et repertum, pihak medis tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Pihak keluarga juga menyatakan menolak dilakukan autopsi dan telah membuat surat pernyataan penolakan secara resmi.

Dengan hasil tersebut, pihak kepolisian memastikan bahwa peristiwa ini tidak mengandung unsur tindak pidana dan jenazah telah diserahkan sepenuhnya kepada pihak keluarga untuk proses pemakaman.

Pihak kepolisian mengimbau masyarakat agar lebih peduli terhadap kondisi kesehatan mental di lingkungan sekitar serta segera melaporkan apabila terdapat warga yang membutuhkan pendampingan atau bantuan, guna mencegah terulangnya kejadian serupa.

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *