Ruteng,NTT/divisinewa.com – Palang Merah Indonesia (PMI) Pusat melalui PMI Cabang Kabupaten Manggarai bekerja sama dengan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) setempat dalam upaya penanggulangan rabies yang hingga kini masih menjadi persoalan serius di wilayah tersebut.
Ketua PMI Cabang Manggarai, Hironimus Kaunang Bc.Akn menerangkan, Keterlibatan PMI dalam kegiatan pemberantasan rabies ini, berkolaborasi dengan Dinas Peternakan, Dinas Kesehatan, serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Manggarai
“Sebagai bentuk komitmen, kami menggelar Bimbingan Teknis Pengendalian Kejadian Luar Biasa (KLB) dan Surveilans Berbasis Masyarakat (SBM) Respons Rabies,” ujarnya di Aula Efata Ruteng, Sabtu (31/1/2026).
Ia juga menerangkan bahwa kegiatan bimtek ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan memperkuat peran relawan dalam upaya pemberantasan rabies di Kabupaten Manggarai.
Pemateri bimtek dari Dinas Peternakan drh. Imelda Bai menyampaikan, saat ini Kabupaten Manggarai telah ditetapkan sebagai wilayah Kejadian Luar Biasa (KLB) rabies.
Kondisi tersebut mendorong PMI untuk berpartisipasi aktif dan bekerjasama dengan OPD setempat dalam upaya penanggulangan rabies di Manggarai.
“Untuk diketahui saja, dalam menjalankan kegiatan kemanusiaan ini, Palang Merah Indonesia (PMI ) mendapat dukungan dana dari Palang Merah Amerika ( American Red Cross ),” Sebut Hironimus.
37 orang peserta yang tergabung dalam kelompok relawan PMI Manggarai hadir mengikuti bimtek yang berlangsung, sejak Kamis (29/1) hingga Sabtu (31/1/2026) tersebut.

Terpantau hingga hari ketiga bimtek berlangsung, semua peserta aktif mengikuti bimbingan teknis rabies ini. Kegiatan pelatihan yang berlangsung selama tiga hari tersebut dilaporkan berjalan dengan lancar dan sukses.
Sebelum menutup rangkaian kegiatan bimtek, Ketua PMI Hironimus menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam kegiatan tersebut.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada fasilitator PMI Pusat, fasilitator provinsi, Dinas Peternakan, Dinas Kesehatan, para peserta, serta panitia. Harapannya, saat dibutuhkan untuk terjun ke lapangan, para relawan siap dan tidak berhalangan,” tutupnya, sambil mengetuk palu tanda berakhirnya kegiatan bimbingan teknis. (RJ)














