Divisinews.com, BANTEN |
Serang – Rencana aksi unjuk rasa yang diinisiasi oleh Koalisi KEJAM Provinsi Banten pada hari ini berakhir dengan kekecewaan. Massa merasa pihak Kanwil Kemenag Banten dan Dinas Perkim Provinsi Banten sengaja menghindar dan tidak memberikan penjelasan terkait pembatalan agenda tersebut.
1. Aparat Kepolisian Jadi Perantara
Komandan Lapangan (Danlap) aksi, Adi Achong, menyatakan kekesalannya saat ditemui di lokasi. Ia menilai pihak instansi terkait tidak memiliki iktikad baik untuk menemui massa secara langsung.
“Ini jelas melanggar ketentuan. Mereka paham aturan atau tidak? Aparat kepolisian itu bukan humas mereka. Harusnya pihak instansi menyampaikan langsung kepada kami melalui humas resmi mereka,” ujar Achong kepada awak media di Serang, Rabu (4/2/2026).
Achong yang sudah hadir sejak pagi hari merasa dipermainkan karena pesan pembatalan justru disampaikan melalui pihak keamanan, bukan dari perwakilan instansi yang bersangkutan.
2. Dinilai Sebagai Kemunduran Demokrasi
Senada dengan Achong, Koordinator Lapangan (Korlap) Fitra menyebut insiden ini sebagai preseden buruk bagi demokrasi di Banten. Ia menyayangkan sikap pejabat publik yang terkesan menutup mata dan telinga terhadap aspirasi masyarakat.
“Ini kemunduran demokrasi yang sangat memprihatinkan bagi Banten. Mereka menyepelekan hak kami untuk menyampaikan pendapat di muka umum, padahal hal itu jelas diatur dalam perundang-undangan RI,” tegas Fitra.
3. Layangkan Laporan ke Kejaksaan
Buntut dari kekecewaan tersebut, Koalisi KEJAM tidak tinggal diam. Mereka langsung mengambil langkah hukum dan berencana menggelar aksi susulan dengan skala yang lebih besar.
-
Langkah Hukum: Koalisi telah melayangkan laporan resmi ke pihak Kejaksaan hari ini.
-
Aksi Lanjutan: Massa akan bersurat kembali untuk menggelar aksi pekan depan.
-
Target Lokasi: Dinas terkait dan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Provinsi Banten.
“Kami akan kembali pekan depan dengan jumlah massa yang lebih besar untuk membuka mata dan telinga mereka,” tutup Achong yang disambut teriakan setuju dari para peserta aksi lainnya.
Sumber: Tim Unras















