Divisinews.com//TAKALAR, 2 Maret 2026 – Dalam acara refleksi setahun kepemimpinan periode 2025-2030, Pemerintah Kabupaten Takalar mengangkat peran penting Toko Masyarakat, Toko Adat, serta Lembaga Adat Karaeng Bontoramba yang dipimpin oleh Karaeng Tompo Andi Hajid S.H sebagai bagian integral dari upaya pembangunan daerah. Acara yang dihadiri oleh pengelola toko-toko dari seluruh kecamatan dan perwakilan lembaga adat ini tidak hanya merangkum capaian, tetapi juga mengajak seluruh pihak untuk semakin aktif berperan dalam memajukan ekonomi rakyat dan melestarikan budaya lokal.
Toko Masyarakat Dorong Pertumbuhan Ekonomi Rakyat
Selama satu tahun terakhir, Toko Masyarakat di Takalar telah berkontribusi dalam peningkatan akses masyarakat terhadap barang kebutuhan pokok dengan harga terjangkau. Sebanyak 15 Toko Masyarakat yang tersebar di 10 kecamatan telah melakukan distribusi beras subsidi dan bahan pokok lainnya kepada lebih dari 8.500 keluarga penerima manfaat. Selain itu, toko-toko ini juga menjadi wadah pemasaran produk UMKM lokal, dengan total omzet penjualan produk dalam negeri mencapai lebih dari Rp500 juta selama tahun 2025.
Bupati Ir.H.Mohammad Firdaus,M.M Daeng Manye mengungkapkan, “Toko Masyarakat bukan hanya tempat berbelanja, tetapi juga motor penggerak ekonomi daerah yang memberikan kesempatan bagi pelaku usaha kecil untuk memasarkan hasil kerjanya secara luas.” Pemerintah daerah juga telah memberikan pelatihan manajemen dan pemasaran kepada pengelola Toko Masyarakat untuk meningkatkan kapasitas mereka.
Wakil Bupati H.Hengky Yasin,S.Sos,.M.M. menambahkan, “Toko Adat menjadi jembatan antara masa lalu dan masa depan. Melalui institusi ini, kita tidak hanya menjaga identitas budaya Takalar, tetapi juga menciptakan nilai ekonomi yang bermanfaat bagi masyarakat adat.” Pada tahun 2025, produk dari Toko Adat berhasil memasuki pasar luar daerah bahkan hingga provinsi tetangga, dengan penjualan mencapai lebih dari Rp300 juta.
Dr. Muhammad Hasbi,S.STP.,M.Ap,.M.I.kom.selaku Sekretaris Daerah menuturkan bahwa pemerintah daerah telah memberikan dukungan berupa pelatihan manajemen usaha, akses pembiayaan melalui BUMDes dan koperasi, serta pembangunan infrastruktur penyimpanan dan distribusi untuk mendukung operasional kedua jenis toko tersebut. Hingga saat ini, telah terbentuk 25 Toko Masyarakat dan 10 Toko Adat yang tersebar di seluruh kecamatan di Takalar, yang telah menyerap lebih dari 500 pekerja lokal.
Toko Adat Jaga Kelestarian Budaya dan Nilai Lokal
Sementara itu, Toko Adat berperan penting dalam melestarikan warisan budaya Takalar sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat melalui produk berbasis kearifan lokal. Sebanyak 8 Toko Adat yang ada telah mengembangkan berbagai produk khas seperti tenun bugis, kerajinan anyaman bambu, makanan tradisional, dan hasil pertanian yang diproses dengan metode tradisional.
Kerjasama dengan Lembaga Adat Karaeng Bontoramba telah menjadi pijakan kuat dalam pengembangan produk Toko Adat. Karaeng Tompo Andi Hajid S.H memberikan arahan terkait nilai-nilai budaya yang harus dipertahankan dalam setiap produk, serta membantu memastikan bahwa pengelolaan Toko Adat sesuai dengan kaidah adat yang berlaku.
Lembaga Adat Karaeng Bontoramba Berperan Sebagai Fasilitator dan Pembina
Lembaga Adat Karaeng Bontoramba yang dipimpin oleh Karaeng Tompo Andi Hajid S.H telah berperan penting sebagai fasilitator antara pemerintah daerah dengan masyarakat adat di Takalar. Selama setahun terakhir, lembaga ini telah membantu menyelesaikan berbagai permasalahan masyarakat dengan pendekatan adat, serta menjadi pembina bagi pengelola Toko Adat dan pelaku usaha berbasis budaya.
“Kita percaya bahwa pembangunan yang berkelanjutan harus mengakar pada nilai-nilai lokal yang telah terbukti kokoh sepanjang masa,” ujar Karaeng Tompo Andi Hajid S.H dalam sambutannya. Lembaga Adat Karaeng Bontoramba juga telah membantu menyusun pedoman pengelolaan Toko Adat yang mengintegrasikan prinsip-prinsip hukum adat dengan standar usaha modern, serta memberikan pelatihan tentang kearifan lokal kepada pemuda agar budaya Takalar tetap lestari.
Selain itu, lembaga ini juga bekerja sama dengan pemerintah daerah dalam mengembangkan program wisata budaya yang mengangkat potensi lokal, dengan melibatkan Toko Adat sebagai salah satu destinasi untuk pembeli dan wisatawan.
Kerjasama yang Diperkuat untuk Tahun Mendatang
Dalam acara refleksi ini, pemerintah daerah juga mengumumkan program kerja sama baru dengan Toko Masyarakat, Toko Adat, dan Lembaga Adat Karaeng Bontoramba untuk tahun 2026. Program tersebut antara lain:
– Pendirian 5 Toko Masyarakat baru di kecamatan yang belum memiliki akses layanan serupa
– Pengembangan pusat pembelajaran keterampilan budaya di bawah pengawasan Lembaga Adat Karaeng Bontoramba
– Pembentukan jejaring pemasaran bersama untuk produk dari kedua jenis toko.
Jurnalis : Deviana.
Editor : Hasan.















