Example 728x250
BeritaDaerah

Video Banjir di Jalan Viral, Bahasa Kasar Picu Kegaduhan Warga Pasir Walang Sukabumi

140
×

Video Banjir di Jalan Viral, Bahasa Kasar Picu Kegaduhan Warga Pasir Walang Sukabumi

Sebarkan artikel ini

Sukabumi, divisinews.com – Sebuah video yang beredar di media sosial diduga memicu kegaduhan di tengah masyarakat Kampung Pasir Walang, Desa Walangsari, Kecamatan Kalapanunggal, Kabupaten Sukabumi. Video tersebut menjadi perbincangan warga karena selain menampilkan kondisi banjir di jalan, juga terdengar ucapan dengan bahasa yang dinilai kasar.

Dalam video yang beredar, terlihat air menggenangi jalan yang diduga disebabkan oleh saluran air yang tersumbat sampah. Kondisi tersebut diduga terjadi karena masih adanya warga yang membuang sampah sembarangan sehingga aliran air tidak berjalan dengan lancar dan akhirnya meluap ke jalan.

Namun dalam rekaman video tersebut, terdengar seseorang melontarkan kata-kata kasar seperti menyebut “oon” dan “monyet”. Ucapan tersebut dianggap tidak pantas dan memicu reaksi dari sejumlah warga Kampung Pasir Walang.

Berdasarkan informasi yang beredar di masyarakat, video tersebut diduga disebarkan oleh seorang warga pindahan yang belum lama tinggal di wilayah Desa Walangsari, Kecamatan Kalapanunggal.

Salah seorang warga Kampung Pasir Walang mengaku kurang senang dengan bahasa yang digunakan dalam video tersebut, terutama dengan penyebutan kata “monyet” yang dianggap merendahkan.

“Kalau memang mau mengkritik soal sampah atau banjir itu tidak masalah, tapi jangan memakai bahasa seperti itu. Kata ‘monyet’ itu sangat tidak pantas dan membuat warga merasa tersinggung,” ujar salah seorang warga Pasir Walang yang enggan disebutkan namanya.

Kepala Desa Walangsari, Dani Setiawan, juga menyayangkan penggunaan bahasa kasar dalam video yang beredar tersebut. Ia menegaskan bahwa pemerintah desa terbuka terhadap kritik dari masyarakat.

“Kami sebagai pemerintah desa bukan tidak menerima kritikan dari masyarakat. Namun sangat disayangkan apabila kritik tersebut disampaikan dengan bahasa-bahasa kasar yang tidak pantas,” ujar Dani Setiawan.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk lebih bijak dalam menyampaikan kritik maupun aspirasi, serta bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan agar permasalahan seperti banjir akibat sampah tidak kembali terjadi.

Hingga berita ini ditulis, video tersebut masih menjadi perbincangan warga di media sosial maupun di lingkungan masyarakat Desa Walangsari, Kecamatan Kalapanunggal, Kabupaten Sukabumi. Warga berharap persoalan ini dapat diselesaikan dengan baik agar situasi tetap kondusif.

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *