Ruteng-NTT/divisinews.com – Kongres Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) XXXIV dan Majelis Permusyawaratan Anggota (MPA) XXXIII resmi dibuka oleh Bupati Manggarai, Herybertus G.L. Nabit, di Aula Asumpta Katedral Ruteng, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur, Senin (20/7/2026).
Pembukaan kongres ditandai dengan pemukulan gong oleh Bupati Hery Nabit sebagai simbol dimulainya rangkaian kegiatan yang berlangsung pada 19–25 Juli 2026.
Ratusan utusan PMKRI dari berbagai cabang di seluruh Indonesia menghadiri acara pembukaan. Turut hadir Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Manggarai, pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), pimpinan organisasi kepemudaan, pimpinan Universitas Katolik Indonesia (Unika) Santo Paulus Ruteng, para mahasiswa, serta sejumlah tamu undangan.
Dalam sambutannya, Bupati Hery Nabit menyampaikan bahwa penyelenggaraan kongres nasional di Ruteng menjadi momentum strategis untuk memperkenalkan potensi Kabupaten Manggarai sekaligus menyampaikan berbagai tantangan pembangunan yang masih dihadapi daerah tersebut.
Menurutnya, Manggarai masih memiliki tingkat keterisolasian yang membutuhkan perhatian serius dari pemerintah maupun berbagai elemen masyarakat.
“Kami berharap Kongres PMKRI tidak sekadar menghasilkan kepengurusan baru, tetapi juga melahirkan rekomendasi bagi pemerintah dalam mempercepat pembangunan, khususnya di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal,” ujarnya.
Hery juga mengingatkan para kader PMKRI agar tidak merasa rendah diri karena berasal dari daerah yang selama ini dipandang tertinggal.
“Perubahan besar justru sering lahir dari daerah-daerah yang memiliki semangat, kreativitas, dan daya juang tinggi,” katanya.
Sementara itu, Ketua Umum Pengurus Pusat PMKRI, Susana Florika M. Kandaimu, menegaskan pentingnya pemerataan pembangunan nasional.
“Pembangunan nasional harus dirasakan secara merata dari Sabang sampai Merauke,” katanya di hadapan peserta kongres.
Menurut Susana, Indonesia yang berkeadilan adalah negara yang mampu menghadirkan kesejahteraan bagi seluruh rakyat tanpa membedakan wilayah. Karena itu, PMKRI berkomitmen tetap menjadi mitra strategis pemerintah sekaligus konsisten menyuarakan aspirasi masyarakat.
“Kami mengajak seluruh pemangku kepentingan membangun sinergi untuk mewujudkan Indonesia yang adil dan makmur, khususnya bagi masyarakat Indonesia Timur,” ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Manggarai memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan kongres nasional tersebut. Di sela kegiatan, sejumlah peserta mengaku terkesan dengan suhu udara Ruteng yang jauh lebih dingin dibandingkan daerah asal mereka.
Salah seorang peserta asal Ambon mengaku harus beradaptasi dengan suhu udara di Ruteng yang sempat mencapai sekitar 9 derajat Celsius.
“Kami dari Ambon, dari daerah yang sangat panas. Kami tertantang dengan suhu Ruteng yang kemarin sempat turun hingga 9 derajat Celsius. Dingin sekali,” katanya.












