Example 728x250
BeritaDaerah

Universitas Cenderawasih dan UOG Papua Luncurkan Program Sarjana Berbasis Masyarakat Adat

62
×

Universitas Cenderawasih dan UOG Papua Luncurkan Program Sarjana Berbasis Masyarakat Adat

Sebarkan artikel ini

Divisinews.com // Jayapura – Universitas Cenderawasih (Uncen) Jayapura bersama Universitas Ottow Geissler Papua (UOGP) secara resmi meluncurkan dua program pendidikan tinggi berbasis masyarakat adat, yakni Program Khusus Sarjana Ekonomi Bisnis Adat di Uncen dan Program Khusus Sarjana Kehutanan Adat di UOG pada Senin (10/8/2026).

Peluncuran yang berlangsung di Aula Fakultas Ekonomi dan Bisnis Uncen, Kota Jayapura ini, dirangkaikan dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) tentang pembentukan dan pengembangan ekosistem pendidikan untuk kepemimpinan, pengelolaan wilayah adat, serta ekonomi adat melalui Badan Usaha Milik Masyarakat Adat (BUMMA) di Tanah Papua.

Nota kesepahaman tersebut melibatkan sejumlah pihak, yaitu UNCEN, UOG, Mitra BUMMA, Yayasan Menoken Membumi Membumma, Yayasan EcoNusa, dan Koalisi Ekonomi Membumi (KEM).

Direktur Utama BUMMA, Ambrosius Ruwi Ruwindrijarto, menegaskan bahwa perlindungan wilayah adat hanya akan berkelanjutan apabila ada generasi pemimpin masyarakat adat yang memiliki pengetahuan, keterampilan, dan kelembagaan untuk mengelolanya.

“Program ini bukan sekadar membuka program pendidikan baru, tetapi membangun sebuah ekosistem yang lahir dari kebutuhan masyarakat adat sendiri,” ujar Ambrosius Ruwi.

Menurutnya, program ini menghubungkan kampus dengan BUMMA dalam satu proses belajar yang utuh. Ekosistem pendidikan yang dibangun menghubungkan perguruan tinggi, wilayah adat, BUMMA, penelitian, magang, pembelajaran berbasis pengalaman, serta pengembangan kepemimpinan dalam satu sistem pendidikan.

Ambrosius Ruwi berharap model ini dapat menjadi inspirasi bagi pengembangan pendidikan tinggi berbasis masyarakat adat di seluruh Nusantara. Program-program tersebut dirancang berbeda dari pendidikan tinggi pada umumnya.

Mahasiswa tidak hanya mendapatkan pembelajaran di ruang kuliah, tetapi juga akan belajar secara langsung di wilayah adat, bersama masyarakat dan BUMMA.

“Tapi juga terlibat dalam praktik pengelolaan wilayah dan pengembangan ekonomi adat,” tambah Ambrosius Ruwi.

Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Cenderawasih, Otniel Safkaur, menjelaskan bahwa Program Khusus Sarjana Ekonomi Bisnis Adat disiapkan berdasarkan karakteristik dan kebutuhan masyarakat adat.

“Ekonomi Adat bukan sekadar aktivitas ekonomi yang berlangsung di wilayah adat. Tapi merupakan sistem ekonomi yang bertumpu pada nilai-nilai, kelembagaan, pengetahuan, dan tata kelola Masyarakat Adat sendiri,” tegas Safkaur.

Ia menambahkan, pendidikan ekonomi bagi masyarakat adat harus berangkat dari realitas tersebut. Karena itu, program ini diarahkan untuk melahirkan generasi baru pengelola BUMMA, wirausahawan, akuntan, dan pemimpin ekonomi.

“Program Khusus Sarjana Ekonomi Bisnis Adat dirancang untuk melahirkan generasi baru pengelola BUMMA, wirausahawan, akuntan, dan pemimpin ekonomi yang mampu membangun usaha yang kompetitif sekaligus menjaga keadilan sosial, budaya, dan keberlanjutan lingkungan,” ucapnya.

Sementara itu, Dekan Fakultas Pertanian, Kehutanan, dan Kelautan Universitas Ottow Geissler Papua, Efraim Mangaluk, mengungkapkan bahwa Program Sarjana Kehutanan Adat di UOG diarahkan untuk mengintegrasikan ilmu kehutanan dengan pengetahuan dan praktik masyarakat adat dalam mengelola wilayahnya.

Program tersebut diharapkan dapat memperkuat kapasitas generasi muda Papua dalam mengelola hutan dan sumber daya alam dengan tetap mempertahankan pengetahuan, nilai, serta tata kelola yang diwariskan masyarakat adat.

Selain dua program sarjana tersebut, para pihak juga mengembangkan Menoken Business Academy (MBA). Akademi ini dirancang untuk mempersiapkan kepemimpinan dan kewirausahaan generasi muda Papua, khususnya dalam pengembangan ekonomi adat dan BUMMA.

Efraim Mangaluk menjelaskan bahwa ekosistem pendidikan ini tidak hanya mencakup pendidikan formal di perguruan tinggi, tetapi juga pendidikan nonformal, penelitian, pengembangan kurikulum, magang, produksi pengetahuan, serta pembelajaran berbasis pengalaman.

Dalam ekosistem ini, Mitra BUMMA berperan dalam mendukung pembentukan dan pengembangan BUMMA sebagai instrumen tata kelola dan kelembagaan ekonomi masyarakat adat.

Pendampingan yang diberikan mencakup aspek strategis, kelembagaan, serta mobilisasi sumber daya. Yayasan Menoken Membumi Membumma turut memperkuat kepemimpinan generasi baru melalui pendidikan, pendampingan, pengembangan pengetahuan, dan pembelajaran berbasis nilai-nilai noken.

Sementara itu, Yayasan EcoNusa menjadi tuan rumah dan koordinator Menoken Business Academy serta memfasilitasi kolaborasi para mitra dalam pengembangan dan penyelenggaraan program pembelajaran.

Peluncuran program ini menjadi langkah nyata dalam memperluas akses pendidikan bagi masyarakat adat dan memperkuat peran mereka dalam pembangunan ekonomi di Tanah Papua.

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *