
Divisinews.com // Banyuasin – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banyuasin berpartisipasi dalam program Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU) Akbar yang diselenggarakan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) dengan tema “Dari Usaha Rumahan ke Pasar Digital” di Gedung Graha Sedulang Setudung, Kabupaten Banyuasin, Jumat (18/9/2026).
Kegiatan tersebut dibuka oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Banyuasin, Ir. Erwin Ibrahim, ST., MM., MBA., IPU., ASEAN Eng., dan mempertemukan pelaku usaha mikro dengan Pemerintah Kabupaten Banyuasin, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), serta pihak terkait. Materi kegiatan mencakup pemasaran digital, literasi keuangan, legalitas usaha, perlindungan konsumen, serta pengembangan kapasitas pelaku usaha.
Dalam kegiatan tersebut, Lapas Banyuasin turut memperkenalkan dan memamerkan sejumlah produk hasil pembinaan kemandirian warga binaan. Partisipasi ini menjadi bagian dari upaya memperluas wawasan dan akses pemasaran terhadap produk yang dihasilkan melalui program pembinaan keterampilan dan UMKM di lingkungan Lapas.

Sekretaris Daerah Kabupaten Banyuasin, Erwin Ibrahim, menyampaikan pentingnya pemanfaatan teknologi dalam pengembangan UMKM, termasuk peningkatan kualitas produk, kemasan, legalitas usaha, dan pencatatan keuangan secara digital.
Sementara itu, Kepala Divisi Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK Sumatera Selatan, Asnawati, menekankan pentingnya penggunaan pembiayaan secara produktif untuk mendukung pengembangan usaha.

Pemimpin PNM Cabang Palembang, Benny Satria B, juga menyampaikan bahwa pengembangan kapasitas dan pendampingan menjadi bagian penting dalam membantu pelaku usaha meningkatkan kemampuan bisnisnya.
Kepala Lapas Kelas IIA Banyuasin, Reza Meidiansyah Purnama, menyampaikan bahwa keikutsertaan dalam kegiatan tersebut menjadi kesempatan bagi Lapas Banyuasin untuk memperluas jejaring dan memperoleh pengetahuan mengenai pengembangan serta pemasaran produk hasil pembinaan warga binaan.
“Kami melihat kegiatan ini sebagai kesempatan untuk menambah wawasan sekaligus membuka ruang kerja sama dalam pengembangan produk hasil karya warga binaan. Pengetahuan mengenai pemasaran digital, pengelolaan usaha, dan legalitas menjadi hal penting agar produk pembinaan dapat dikelola secara lebih baik dan memiliki akses pasar yang lebih luas,” ujar Reza.
Melalui partisipasi tersebut, Lapas Kelas IIA Banyuasin terus mendorong pengembangan keterampilan dan kemandirian warga binaan sebagai bagian dari proses pembinaan, sekaligus menjajaki peluang pemasaran dan kerja sama dengan berbagai pihak.
Pewarta Yusan
Editor Yusan













