Manggarai, NTT //divisinews.com — Nama Frumentius Gratianus Hono yang akrab disapa Frumen, kini mencuat sebagai salah satu calon kuat Kepala Desa Kajong, Kecamatan Reok Barat, Kabupaten Manggarai, untuk periode 2026-2034.
Frumens,mantan ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) dan salah satu tokoh Desa Kajong yang dikenal energik dan dekat dengan masyarakat tersebut telah merasa siap dan Optimis akan terpilih dalam
proses pemilihan kepala desa Kajong yang resmi akan digelar tanggal 8 Oktober mendatang.
Hal ini diungkapkan Frumens kepada media divisinews saat bertandang ke rumah kediamannya di dusun Kajong 2, desa Kajong, Selasa (29/9/2026).
Prosesi kampanye telah selesai. Dan saat ini telah memasuki masa tenang.
Menurutnya, seluruh tahapan Pilkades Kajong telah berjalan sesuai mekanisme dan aturan yang berlaku. Setelah melalui rangkaian kegiatan secara ketat dan padat, ia menyatakan telah siap untuk memasuki tahap pemilihan.
Tanpa basa basi, ia memiliki target untuk menang saat pemilihan nanti, namun ia berprinsip kalah dan menang itu soal nasib.
“Semua memiliki peluang untuk menang. Bagi saya, kalah dan menang bergantung urat tangan,” sebutnya.
Ia mengaku telah mengikuti proses sejak pendataran calon, menggelar kampanye hingga kini memasuki masa tenang dan siap mengikuti pemilihan tanggal 8 Oktober 2026.
Ia membeberkan, selama masa kampanye, upaya menarik masa tidak dengan memberi janji dan harapan muluk dan tidak masuk akal.
Ia lebih banyak mengajak untuk berjuang bersama sama dan sama sama bekerja dalam membangun desa tanpa menjanjikan hal hal tertentu, baik jabatan di pemerintahan desa maupun pekerjaan tertentu.
“Saya hanya minta kepada masyarakat untuk coba bekerja sama dalam proses ini dengan harapan bahwa nanti jika terpilih, saya dengan masyarakat bekerja sama dalam membangun desa Kajong,” ungkapnya.
Ia menambahkan, Dari aspek manajemen keperintahan, dana ADD sudah semakin kecil porsinya. Karena itu ia berupaya untuk membangun relasi dengan pemerintah kecamatan dan kabupaten.
“Kalau terpilih nanti saya punya kewajiban untuk membangun relasi, mulai dari kecamatan hingga pemerintah kabupaten. Untuk meminta bantuan. Dana ADD sudah tidak cukup untuk membangun desa lebih cepat,” sebutnya.
Kelancaran dalam membangun tentunya butuh kerja sama dan terciptanya stabilitas situasi dan kondisi desa pasca pemilihan. Menurutnya, situasi pasca pemilihan itu yang perlu adalah upaya normalisasi dengan cara merangkul kembali, satukan kembali, semua warga.
“Tidak ada kawan dan tidak ada lawan. Kepala desa itu milik dan hadir untuk semua warga Kajong. Tidak ada istilah kalah dan menang. Tapi terpilih dan tidak terpilih, itu prinsip,” sebutnya.
Frumens menegaskan kesiapannya apabila nantinya dipercaya masyarakat untuk memimpin Desa Kajong menuju arah yang lebih baik, adil, dan sejahtera.
“Bagi saya, yang paling utama adalah bagaimana membangun desa dan semakin dekat dengan masyarakat, bersatu berjuang menuju Kajong yang sejahtera, adil, dan berdaya saing,” ujar Frumens optimistis.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada keluarga besar, sahabat, dan seluruh simpatisan yang telah memberikan dukungan penuh dalam proses sejak pendaftaran, kampanye hingga pada.masa tenang.
“Kami bekerja total, menjaga komunikasi yang baik dan menghindari hal-hal yang berpotensi mengganggu keamanan selama proses berlangsung hingga pemilihan kedepan. Karena ini bagi kami sangat penting,” katanya.
“Pada prinsipnya kegiatan tahapan demi tahapan sudah selesai dan berjalan sukses untuk memenangkan Pilkades Kajong secara demokratis,” sebutnya.
Melihat animo masyarakat terhadap majunya Frumens dalam pemilihan Kepala Desa Kajong, Ia sangat optimis bisa terpilih pada perhelatan Pilkades tersebut yang akan digelar sebentar lagi.
“Saya hanya berdoa, dan optimis bisa terpilih nantinya dan berharap proses pemilihan berlangsung aman dan sukses,” tutup Frumens.
Penulis : Robert Jaya
Editor : Tim redaksi









