Divisinews.com//Rembang -Pada Hari Kamis Pukul 17.00 WIB Awak Media Lagi Melakukan Peliputan Di Wilayah Pelabuhan Tasik Agung Kabupaten Rembang Jawa Tengah.
Banyak Kapal Cantrang Pencari Ikan Pada Bersandar Di Pelabuhan Tasik agung Rembang Tidak Berani Berlayar Mencari Ikan Dikarenakan Cuaca Yang Kurang Bersahabat.
Dari informasi Yang Didapatkan Dari Pihak Pengurus Pelabuhan Hanya Ada Tiga Kapal Yang Dibongkar Besok Pagi Dan Untuk Melakukan Pembenahan Ucapnya.
Adanya Cuaca Buruk Para Nelayan Sebagian Nekat Melaut Demi Mencukupi kebutuhan Hidup Katanya.
Awal Tahun 2026 Memang Cuaca Tidak Bersahabat Di Sekitaran Laut Jawa , Sebagian Para Nelayan Menepi Dan Memperbaiki Kapalnya Di TPI Tasikagung ucapannya.
Selain itu, Perbaikan Infrastuktur Jalan Di Sekitar TPI Sarang Sedang Dilakukan Guna Memudahkan Aktivitas Para Nelayan.
Sementara keselamatan Kerja Bagi Nelayan harus Di Utamakan Dalam Melakukan Pencairan Ikan , Apalagi Saat Cuacanya Kurang Baik Bagi Para Nelayan Tuturnya.
Para Nelayan Dengan Kapal Kecil Sarang -Tayu Serta Kapal Yang Bermuatan Dibawah Kurang Lebih 50 Ton , Mayoritas Memilih Berhenti Melaut Demi Menjaga Keselamatan Para Nelayan.
Saat Awak Media Klarifikasi Salah Satu Nelayan Di Lokasi Desa Tasik Agung Kabupaten Rembang Mengatakan, Faktor Keselamatan Menjadi Pertimbangan Utama Para Nelayan Kecil Untuk Tidak Memaksakan Diri Mencari Ikan dilaut ucapnya.
Menurut Nelayan Kecil Berbeda Dengan Nelayan Kapal Besar Yang Memiliki Kapasitas Muatan 50 Ton Tetap Berani Melaut Ucapnya.
Kapal Besar Ibaratnya Tidak Terlalu Kondisi Ombak Katanya.
Salah satu nelayan mengatakan setelah kapal Besar Membongkar Hasil Tangkapan Di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Rembang.
Sedangkan Pasokan Dari Nelayan Kecil Tidak Ada, Sehingga Kondisi ini Pun berdampak pada harga ikan di Pasaran ucapnya.
Sementara Kondisi Berbeda Dengan Nelayan Pakai Jaring Bobo Di Desa Kabongan Lor Kabupaten Rembang.
Meskipun Cuaca Buruk dan Hasil Tangkapan Ikan minim, Ratusan nelayan tetap Melaut Demi memenuhi kebutuhan Hidup sehari -hari ucapnya.
Kondisi Cuaca Extrim seperti ini Para Nelayan membuatnya mengeluarkan modal lebih untuk operasionalnya.
Saat Cuaca Buruk Para Nelayan kerap hanya mendapat Dua kilogram rajungan dengan nilai jual sekitar Rp 200 Ribuan Sehingga Menanggung Kerugian ucapnya.
Dampak Cuaca Extrim para nelayan rajungan Berhenti total untuk melaut Takut Terdampak gelombang tinggi ucapnya.
Rls- @(Redaksi Jateng)














