DIVISINEWS.COM, BANTEN |
Cilegon – Pelayanan di Kantor Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Cabang Cilegon mendapat sorotan tajam dari masyarakat dan lembaga swadaya masyarakat (LSM). Sejumlah tenaga kerja mengeluhkan buruknya kualitas pelayanan, kurangnya profesionalisme, hingga dugaan insiden pengusiran terhadap seorang advokat yang sedang mendampingi ahli waris.
Keluhan Pelayanan Minim Petugas
Berdasarkan pengakuan seorang tenaga kerja, Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cilegon yang seharusnya memberikan pelayanan optimal, justru tampak minim petugas pada jam kerja. Pelayanan publik disebut-sebut hanya ditangani oleh petugas keamanan.
Kantor tersebut juga diduga membatasi pelayanan dengan dalih adanya aturan internal yang tidak dapat dipublikasikan. Kondisi ini kontras dengan tugas pokok BPJS sebagai badan publik yang melayani hak-hak pekerja dan ahli waris.
“Ini sangat tidak profesional. Kami butuh jawaban dan kejelasan terkait status tindak lanjut klaim tersebut,” ujar tenaga kerja yang enggan disebutkan namanya, Senin (15/12/2025).
Klaim Kematian Tak Kunjung Jelas
Salah satu kasus yang mencuat adalah proses klaim kematian anggota keluarga yang dialami seorang tenaga kerja. Klaim tersebut telah berjalan selama lebih dari empat bulan tanpa adanya kejelasan yang transparan dari pihak kantor cabang. Ketiadaan informasi yang pasti ini memicu frustrasi dan kekecewaan mendalam bagi keluarga almarhum.
Advokat Diduga Diusir Petugas Keamanan
Dalam proses pendampingan ahli waris, insiden tidak menyenangkan bahkan menimpa seorang advokat. Advokat tersebut diduga diusir oleh petugas keamanan BPJS berinisial AS. Cara pengusiran yang dilakukan petugas keamanan itu dinilai tidak sopan dan tidak terhormat.
Menanggapi kejadian ini, Dudi Suryadi, Perwakilan LSM Laskar NKRI Provinsi Banten Bidang Investigasi, menyayangkan buruknya kinerja dan sikap petugas di BPJS Ketenagakerjaan Cabang Cilegon.
“Seharusnya BPJS melayani masyarakat dengan sopan dan profesional. Ini justru sangat mengecewakan,” tegas Dudi.
Dudi juga menyoroti ucapan petugas keamanan berinisial AS yang diduga berujar, ‘kalau mau menunggu silakan,’ kepada masyarakat yang sedang membutuhkan pencairan dana BPJS.
Tuntutan Evaluasi dan Transparansi
Dudi menambahkan bahwa pihak BPJS Ketenagakerjaan Cabang Cilegon perlu segera melakukan evaluasi mendalam. Peningkatan kualitas pelayanan dan transparansi dalam proses klaim, khususnya bagi ahli waris, menjadi tuntutan utama.
Masyarakat berharap pihak terkait dapat segera turun tangan untuk menindaklanjuti keluhan ini. Hal ini penting untuk memastikan pelayanan BPJS Ketenagakerjaan kembali berjalan sesuai dengan prinsip pelayanan publik yang adil, transparan, dan manusiawi.
Sumber: Konfirmasi














