DIVISINEWS.COM, BANTEN |
Cilegon – Dunia pendidikan di Kota Cilegon, Banten, tengah dihebohkan oleh dugaan kasus perundungan (bullying) yang melibatkan sesama tenaga pendidik. Peristiwa tersebut disinyalir terjadi di lingkungan SDN Grogol 1, Kota Cilegon.
Seorang guru berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) berinisial I diduga menjadi korban perundungan oleh rekan sejawatnya. Berdasarkan informasi yang dihimpun, terdapat empat orang yang diduga sebagai pelaku, yakni seorang guru PNS berinisial N, serta tiga rekan lainnya berinisial D, NR, dan E.
Mediasi Belum Temui Titik Temu
Kepala SDN Grogol 1, Lukman, membenarkan adanya konflik internal di lingkungan sekolah yang ia pimpin. Saat ditemui di kediamannya, Lukman menjelaskan bahwa pihak sekolah telah berupaya melakukan mediasi antar-pihak yang bertikai.
Namun, hingga saat ini, upaya mediasi tersebut belum membuahkan kesepakatan damai.
“Mediasi sudah dilakukan, namun kedua belah pihak belum mencapai kesepakatan atau berdamai,” ujar Lukman singkat.
Kondisi Korban dan Desakan Sanksi

Akibat tekanan mental yang dialaminya, korban berinisial I dilaporkan sempat menjalani perawatan medis di rumah sakit selama beberapa minggu. Kondisi kesehatan korban menurun drastis karena diduga mengalami stres berat.
Pasca-insiden tersebut, korban I menyatakan keinginannya untuk pindah tugas dari SDN Grogol 1. Namun, langkah ini memicu reaksi dari berbagai pihak yang menilai bahwa korban seharusnya tetap dipertahankan, sementara pihak pelaku yang semestinya dijatuhi sanksi tegas atau dipindahkan.
Berdasarkan keterangan sejumlah sumber, dugaan perundungan di sekolah tersebut ditengarai bukan pertama kalinya terjadi. Beberapa guru lain dikabarkan pernah memilih pindah sekolah karena tidak tahan menghadapi tekanan serupa.

Desakan untuk Dinas Pendidikan
Dugaan kasus ini memicu keprihatinan publik karena mencederai citra tenaga pendidik yang seharusnya menjadi teladan. Masyarakat mendesak Kepala Dinas Pendidikan Kota Cilegon untuk segera turun tangan secara objektif.
“Kasus ini harus diselesaikan secara transparan. Jika dibiarkan, dikhawatirkan akan merusak iklim pendidikan dan memberikan dampak buruk bagi nama baik sekolah,” ungkap salah satu sumber yang enggan disebutkan namanya.
Hingga berita ini diturunkan, publik masih menunggu langkah nyata dari otoritas terkait untuk memastikan penegakan etika profesi guru dan terciptanya lingkungan kerja yang sehat di SDN Grogol 1.
Sumber: Warga














