DIVISINEWS.COM, KAB.BEKASI |
Cikarang Utara – Praktik dugaan pungutan liar (pungli) kembali menghantui para pedagang di kawasan Pasar Tumpah Ramayana Cikarang, Kabupaten Bekasi. Dua orang pria yang diduga oknum pengutipan dilaporkan kerap menarik uang secara paksa dari para pedagang yang sedang berjualan.
Aksi intimidasi ini terekam dalam sebuah video amatir pada Minggu (22/2/2026) dan mulai viral pada Senin (23/2/2026) dini hari. Berikut adalah fakta-fakta terkait kejadian tersebut:
1.Identitas Terduga Pelaku
Berdasarkan informasi yang dihimpun, dua oknum pria tersebut dikenal dengan panggilan ‘Mona’ dan Jenal Abidin alias ‘Pesing’. Keduanya diduga sering beroperasi di area pasar tersebut untuk meminta sejumlah uang kepada para pedagang kaki lima (PKL).
2.Kronologi Kejadian
Peristiwa ini terjadi saat aktivitas pasar sedang padat pada Senin (23/2/2026) sekitar pukul 03.00 WIB. Kedua pelaku mendatangi lapak-lapak pedagang secara bergantian di tengah kesibukan proses bongkar muat barang.
Seorang sumber di lokasi yang enggan disebutkan namanya memberikan kesaksian terkait modus pelaku.
“Kejadiannya sekitar jam 3 subuh. Mereka datang dan meminta uang secara paksa. Jika pedagang tidak memberi uang, mereka akan menggunakan bahasa intimidasi,” ujar sumber tersebut kepada awak media, Minggu (22/2).
3.Keluhan Pedagang Kecil
Kehadiran oknum-oknum ini menambah beban finansial para pedagang. Selain harus menanggung biaya operasional dan sewa lapak yang sah, mereka kini merasa tertekan oleh pungutan tidak resmi yang tidak jelas peruntukannya.
“Kami berharap aparat kepolisian atau pihak terkait segera mengambil tindakan tegas. Jika praktik ini terus dibiarkan, kami para pedagang kecil akan semakin kesulitan,” tambah sumber tersebut.
4.Bukti Video Amatir
Dalam rekaman video yang beredar, terlihat suasana pasar yang padat. Kamera menyorot aktivitas beberapa orang yang diduga tengah melakukan pengutipan uang di area lapak pedagang secara paksa. Video ini menjadi bukti kuat adanya keresahan di lapangan.
Konfirmasi Pihak Terkait
Hingga berita ini diturunkan, tim redaksi masih berupaya menghubungi pihak kepolisian setempat dan pengelola pasar guna mengonfirmasi laporan terkait keresahan warga serta pedagang di Pasar Ramayana Cikarang.
Sumber: Warga (Pedagang)















