Pasangkayu – Dalam rangka mendukung program pemerintah di bidang ketahanan pangan, jajaran Polsek Baras melaksanakan kegiatan panen jagung bersama masyarakat Desa Singgani, pada Kamis (09/04/2026) sekitar pukul 07.30 WITA, bertempat di kebun milik warga di Dusun Saluavo, Desa Singgani, Kecamatan Lariang, Kabupaten Pasangkayu.
Kegiatan tersebut dilaksanakan atas arahan Kapolres Pasangkayu AKBP Joko Kusumadinata, melalui Kapolsek Baras IPTU Fantri Alfaisar, sebagai bentuk kehadiran Polri di tengah masyarakat, khususnya dalam mendukung sektor pertanian yang menjadi salah satu penopang utama perekonomian warga desa.
Dalam pelaksanaannya, personel Polsek Baras bersama Bapak Jalil melaksanakan panen jagung di kebun milik Pak Indra yang berada di Dusun Saluavo, Desa Singgani. Kehadiran aparat kepolisian dalam kegiatan tersebut tidak hanya sebagai bentuk monitoring, namun juga sebagai wujud nyata dukungan dan motivasi kepada para petani agar terus meningkatkan hasil produksi pertanian mereka.
Kapolsek Baras melalui kegiatan ini menegaskan bahwa pendampingan terhadap petani merupakan bagian dari upaya Polri dalam mendorong masyarakat binaan agar tetap semangat dan konsisten dalam meningkatkan hasil panen, sehingga dapat berkontribusi terhadap keberhasilan program ketahanan pangan nasional. Selain membantu dan memantau langsung proses panen di lapangan, personel juga melakukan dialog dengan para petani untuk mengetahui kondisi riil pertanian, termasuk capaian hasil panen maupun kendala yang dihadapi selama masa perawatan tanaman.
Berdasarkan hasil pemantauan, diketahui bahwa lahan yang dipanen merupakan milik petani bernama Jalil, dengan luas lahan sekitar 1 hektare. Jagung tersebut ditanam pada akhir Desember 2025, dan saat panen berhasil menghasilkan sekitar 1 ton jagung. Hasil ini menjadi gambaran nyata produktivitas pertanian jagung masyarakat Desa Singgani yang terus didorong untuk berkembang lebih baik ke depan.
Dalam kesempatan tersebut, personel Polsek Baras juga memberikan imbauan dan arahan kepada para petani jagung agar menjual hasil panennya ke Bulog, karena harga beli yang ditawarkan dinilai lebih menguntungkan dibandingkan tengkulak. Saat ini, Bulog membeli jagung dengan harga Rp6.400 per kilogram, dengan ketentuan jagung dalam kondisi bersih dan memiliki kadar air 14 persen. Langkah ini diharapkan dapat memberikan keuntungan lebih besar bagi petani sekaligus mendukung penyerapan hasil panen lokal oleh pemerintah.
Meski kegiatan panen berjalan dengan aman dan lancar, di lapangan juga ditemukan sejumlah kendala yang masih dikeluhkan para petani. Di antaranya adalah lambatnya distribusi pupuk kepada petani jagung, serta bibit bantuan yang pertumbuhannya tidak merata, sehingga berdampak pada hasil panen yang belum maksimal. Kondisi tersebut menjadi catatan penting untuk menjadi perhatian bersama demi peningkatan hasil pertanian ke depan.
Melalui kegiatan ini, Polsek Baras kembali menunjukkan komitmennya untuk terus hadir mendampingi masyarakat, tidak hanya dalam menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga dalam mendukung peningkatan kesejahteraan petani serta keberhasilan program pemerintah di sektor pertanian dan ketahanan pangan.














