Ruteng, NTT//divisinews.com – Pemerintah Kabupaten Manggarai bersama Yayasan FEAST (Flores Empowerment for Agricultural Sustainability and Transformation) sukses menggelar Festival Pangan Lokal sehari yang berlangsung di alun-alun Taman Rekreasi Natas Labar, Ruteng, Sabtu (28/2).
Kegiatan yang dibuka langsung oleh Bupati Manggarai, Herybertus Nabit ini, menjadi ruang temu antara pemerintah, petani, pelaku usaha, dan masyarakat untuk memperkuat ketahanan serta kedaulatan pangan daerah.
Turut hadir pimpinan OPD, Camat Ruteng, Camat Satarmese, perwakilan desa, serta insan pers yang menyaksikan geliat optimisme baru para petani lokal.
Enam kelompok tani yang mayoritas beranggotakan ibu-ibu tampil percaya diri memamerkan hasil panen terbaik mereka: terung segar, labu kuning, boncis, wortel, sayur putih, hingga aneka produk olahan bernilai tambah.

Di balik hasil panen itu, pihak Yayasan Feast telah berperan dalam proses pendampingan intensif selama tiga bulan, mulai dari pengolahan lahan, penanaman, hingga panen.yang membuktikan bahwa dengan bimbingan tepat, petani desa mampu menghasilkan produk berkualitas dan kompetitif.
Bupati Herybertus Nabit mendorong para petani agar konsisten dan tidak berhenti berproduksi. Ia menegaskan bahwa program ini adalah pilot project yang harus berkelanjutan serta menjadi pusat pembelajaran bagi petani lainnya.
Dukungan juga datang dari Camat Satarmese yang mengapresiasi peran Yayasan FEAST dalam memberdayakan petani perempuan melalui pelatihan teknik pertanian adaptif dan penguatan sistem pangan lokal.
Herlina Bubut (53), anggota Kelompok Tani Wae Kengkeng, mengaku merasakan langsung manfaat program ini. Dari bantuan bibit hingga pendampingan teknis, para petani kini semakin percaya diri menatap peluang pasar.
“Permintaan sayur yang terus meningkat, termasuk untuk kebutuhan program MBG di Kabupaten Manggarai, menjadi peluang nyata untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga petani,” ungkap Herlina.
Festival ini bukan sekadar perayaan hasil panen. Ia adalah simbol kolaborasi, semangat gotong royong, dan tekad untuk membangun pertanian yang tangguh dari desa. Dari Natas Labar, pesan itu jelas: pangan lokal adalah kekuatan, dan petani adalah pahlawan masa depan Manggarai.
Penulis : J.Robert















