Example 728x250
Opini

Hari Pers Nasional: Refleksi Pers Lokal di Tengah Tantangan Digital

221
×

Hari Pers Nasional: Refleksi Pers Lokal di Tengah Tantangan Digital

Sebarkan artikel ini

Oleh: Jaya Robertus - Kaperwil Divisinews.com Provinsi Nusa Tenggara Timur

Ruteng,NTT // divisinews.com – Setiap 9 Februari, insan pers di seluruh Indonesia, termasuk di daerah-daerah seperti Nusa Tenggara Timur, memperingati Hari Pers Nasional (HPN).

Momentum ini menjadi ruang refleksi bagi pers lokal yang setiap hari bekerja dekat dengan denyut masyarakat, menyuarakan kepentingan publik, sekaligus menghadapi tantangan besar di tengah derasnya arus digitalisasi informasi.

Workshop dalam rangka HPN 2026 tingkat Kabupaten Manggarai di Ruteng (9/2/²026)

Hari Pers Nasional menegaskan bahwa kebebasan pers merupakan fondasi penting demokrasi. Namun, kebebasan tersebut harus dijalankan dengan tanggung jawab moral dan profesionalisme. Pers yang berpihak pada kebenaran dan kepentingan publik akan tetap menjadi penjaga nurani demokrasi Indonesia.

Dalam sistem demokrasi, pers dikenal sebagai pilar keempat setelah eksekutif, legislatif, dan yudikatif. Pers berfungsi sebagai penyedia informasi, alat kontrol sosial, sarana pendidikan publik, serta penyalur aspirasi masyarakat.

Baca Juga  Polsek Pana Laksanakan Monitoring Lahan Jagung Warga di Desa Salukona

Peran ini ditegaskan dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers yang menempatkan pers sebagai penegak nilai demokrasi, supremasi hukum, dan hak asasi manusia.

Sejarah mencatat bahwa pers Indonesia telah menjadi bagian penting dalam perjuangan bangsa. Pers bukan sekadar industri informasi, melainkan sarana penyebaran semangat nasionalisme dan alat perjuangan menuju bangsa yang adil, makmur, dan sejahtera.

Di era digital, pers nasional, termasuk pers lokal, menghadapi tantangan serius. Perkembangan media daring yang pesat diiringi maraknya hoaks dan disinformasi di ruang digital.

Arus informasi yang cepat menuntut pers untuk tetap menjunjung tinggi akurasi, etika jurnalistik, independensi, serta prinsip keberimbangan berbasis fakta.

Hari Pers Nasional juga menjadi pengingat pentingnya literasi media di tengah masyarakat. Publik yang kritis dan cerdas dalam memilah informasi akan membantu menciptakan ekosistem pers yang sehat.

Baca Juga  Polres Majene Gelar Sertijab, Kompol Andri Aryansyah Resmi Jabat Wakapolres Majene

Dalam konteks ini, pers dan masyarakat memiliki tanggung jawab bersama untuk melawan informasi palsu dan menyesatkan.

Peringatan HPN 2026 mengusung tema “Pers Sehat, Ekonomi Berdaulat, Bangsa Kuat.” Tema ini menegaskan pentingnya media yang profesional dan berkelanjutan dalam menghadapi disrupsi digital.

Bagi pers di daerah, Hari Pers Nasional menjadi pengingat bahwa media lokal memiliki peran strategis dalam menjaga keterbukaan informasi dan mengawal kepentingan masyarakat.

Di tengah keterbatasan dan tekanan zaman, pers lokal dituntut tetap independen, beretika, dan berpihak pada kebenaran. Dari daerah, pers terus menjadi suara publik dan penopang demokrasi Indonesia.

Selamat Hari Pers Nasional.

Ruteng, 9 Pebruari 2026

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *