Ruteng, NTT | Divisinews.com – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Ruteng, Kabupaten Manggarai, menggelar panen raya komoditas hortikultura hasil karya warga binaan, Kamis (15/1/2025). Kegiatan ini berlangsung di dua lokasi kebun hortikultura milik Lapas Ruteng.
Panen raya tersebut dihadiri langsung oleh Kepala Lapas Kelas IIB Ruteng, Saiful Buchori, didampingi seluruh jajaran pegawai lapas, serta puluhan jurnalis dari berbagai media di Kabupaten Manggarai.
Dalam sambutannya, Kalapas Saiful Buchori menjelaskan bahwa panen raya ini merupakan bagian dari kegiatan nasional yang dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia. Untuk wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT), kegiatan terpusat di Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara, dan seharusnya dilaksanakan secara daring.
“Namun karena kondisi cuaca ekstrem, pelaksanaan kegiatan secara daring tidak dapat berjalan maksimal,” ujar Saiful.
Ia menegaskan bahwa seluruh komoditas hortikultura yang dipanen merupakan hasil kerja keras warga binaan yang mendapat pendampingan dan pembinaan langsung dari petugas lapas.
“Saat ini terdapat 19 orang warga binaan yang aktif mengelola sektor hortikultura di dua area kebun yang berbeda. Sementara warga binaan lainnya dibina melalui program kemandirian sesuai dengan bakat dan minat masing-masing,” ungkapnya.

Salah satu warga binaan yang terlibat dalam program tersebut mengaku bersyukur dan bangga dapat mengikuti kegiatan pertanian hortikultura. Menurutnya, program ini menjadi bekal penting ketika kelak kembali ke tengah masyarakat.
“Kami merasa senang bisa mengikuti program ini. Ini menjadi pengalaman dan modal keterampilan bagi kami. Terima kasih kepada Bapak Kalapas yang telah memberi kami kesempatan untuk belajar dan berproduksi di bidang pertanian,” ujarnya dengan mata berkaca-kaca.
Adapun jenis komoditas hortikultura yang dihasilkan antara lain sayur kol, brokoli, cabai (lombok), serta beberapa jenis tanaman horti lainnya.
Kalapas Saiful menjelaskan bahwa proses produksi hortikultura telah dimulai sejak Agustus 2025. Tahapan yang dilakukan meliputi pengolahan lahan, pemupukan menggunakan kotoran ternak, penanaman, penyiangan, perawatan tanaman, hingga panen yang dilaksanakan hari ini.
“Hasil panen ini nantinya akan dijual, dan dana yang terkumpul akan disalurkan untuk membantu korban bencana di Aceh dan Sumatera,” jelasnya.
Menutup kegiatan, Saiful Buchori menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada para jurnalis atas kehadiran dan dukungannya. Ia juga menyampaikan permohonan maaf karena kegiatan panen raya secara daring antar lapas se-Provinsi NTT tidak dapat terlaksana secara optimal.
“Di pusat kegiatan di Kefamenanu, acara dihadiri oleh Pemerintah Daerah serta instansi terkait lainnya. Semoga kegiatan pembinaan seperti ini terus berjalan dan memberikan manfaat nyata bagi warga binaan,” pungkasnya.
J. Robert















