Example 728x250
BeritaTeknologi

Pemprov Jateng Gelar Simulasi Disaster Recovery Plan Guna Antisipasi Gangguan Data Centre

77
×

Pemprov Jateng Gelar Simulasi Disaster Recovery Plan Guna Antisipasi Gangguan Data Centre

Sebarkan artikel ini

Divisinews.com//JATENG SEMARANG – Guna mengantisipasi gangguan atau serangan siber, para pengelola teknologi informasi dari berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengikuti kegiatan simulasi pemulihan bencana atau Disaster Recovery Plan DRP Data Center.

Kegiatan yang difasilitasi oleh Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Jateng tersebut dilaksanakan di kompleks kantor Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah Jateng pada , Rabu, 26 November 2025.

Example 325x300

Disaster Recovery Plan adalah serangkaian kebijakan, prosedur, dan tindakan teknis untuk membantu memulihkan data, aplikasi, dan infrastruktur teknologi informasi penting ketika terjadi gangguan besar baik akibat bencana alam, kerusakan perangkat keras, kegagalan sistem, maupun serangan siber.

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno menekankan pentingnya para peserta mampu menguasai materi tersebut. Sebab, gangguan dan ancaman dalam dunia teknologi informasi tidak mengenal ruang dan waktu.

“Kita memahami gangguan, ancaman, di semua lini itu ada. Kalau gangguan secara fisik saja, kita ada safety briefing (pengarahan keselamatan). Maka, dalam hal keamanan data juga butuh simulasi supaya tidak bingung dan tidak gaduh,” tegas Sekda.

Simulasi tersebut diperlukan supaya langkah penanganan dapat dilakukan secara terpadu. Terlebih, gangguan dalam sistem informasi, bersifat tidak terlihat dan tidak mengenal waktu.

“Ke depan kalau ada kejadian tidak muncul lagi piya piye, langkahnya adalah respon cepat, bagaimana menghentikan, bagaimana merecovery. Kalau tanpa simulasi, tentu saja kita gagap,” ujar Sekda.

Sekda mencontohkan, layaknya pada simulasi kebencanaan fisik, yang membutuhkan arahan dan titik kumpul yang jelas. Dalam teknologi informasi, pola penanganan terstruktur dan respon yang cepat juga harus dilakukan.

“Saya harap teman-teman mengikuti simulasi ini dengan sungguh-sungguh. Harapannya, tidak terjadi gangguan, kalaupun ada, langkah tanggap cepat sudah bisa dilaksanakan,” pungkas Sekda.

Kepala Diskominfo Provinsi Jawa Tengah Agung Hariyadi mengatakan, simulasi ini diselenggarakan sebagai bagian dari pemenuhan sertifikasi ISO pengelolaan data center.

Kegiatan serupa dilaksanakan setidaknya setiap satu tahun sekali, terutama untuk OPD yang memiliki data kritis, seperti Dinas Pendidikan yang menangani Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB), atau data-data penting dan strategis pada Bappeda.

“Pada OPD dengan data kritis, kita lakukan simulasi, sehingga jika ada ancaman serius tidak mengganggu data yang terhimpun,” ujarnya.

 

Dok- @(Humas)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *