Ruteng, NTT//divisinews.com – Dalam rangka memperingati Hari Pers Nasional (HPN) 2026, Persatuan Jurnalis Manggarai (PRISMA) menggelar kegiatan bakti sosial di Pasar Inpres Ruteng, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur, Sabtu (7/2/2026).
Aksi sosial ini melibatkan berbagai institusi, lembaga, dan organisasi, antara lain Kodim 1612/Manggarai, Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Ruteng, Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) Kabupaten Manggarai, Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Ruteng, Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Manggarai, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Unika Santu Paulus Ruteng dan STIE Karya Ruteng, serta para pelajar yang tergabung dalam organisasi intra sekolah (OSIS) dari sejumlah SMA dan SMK di Kota Ruteng.

Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada para pedagang dan pengunjung pasar mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, sekaligus mendukung program Kota Molas yang dicanangkan Pemerintah Kabupaten Manggarai.
Pantauan di lapangan menunjukkan kondisi Pasar Inpres Ruteng yang memprihatinkan. Tumpukan sampah, got tersumbat, serta bau tidak sedap mengindikasikan tercemarnya lingkungan pasar dan masih rendahnya kesadaran sebagian pelaku pasar dalam menjaga kebersihan area kerja mereka.
Salah seorang pedagang daging yang enggan disebutkan namanya mengakui bahwa sebagian besar penjual di pasar belum memiliki kesadaran tinggi terhadap kebersihan lingkungan.
“Dulu petugas Satpol PP sering datang menertibkan dan menata lapak-lapak, tapi tetap saja kondisi pasar kembali seperti ini,” ujarnya.
Selain itu, terpantau pula aktivitas penjualan ikan yang masih dilakukan di pinggir jalan, sehingga turut menambah kesan semrawut dan berpotensi mengganggu kebersihan serta kelancaran lalu lintas.
Sejumlah titik di dalam dan sekitar pasar menjadi sasaran pembersihan.
Sampah basah dan kering dikumpulkan, dimasukkan ke dalam karung, lalu ditampung di tempat penampungan sementara (TPS).
Puluhan karung sampah berhasil dikumpulkan, meski TPS terlihat sudah penuh dan belum diangkut ke tempat pembuangan akhir (TPA) yang berlokasi di luar Kota Ruteng dengan jarak puluhan kilometer.
Kegiatan pembersihan selama 2 jam ini, sedikit merubah wajah pasar lebih bersih dan mendapat sambutan baik dari warga pasar kendati mereka tunjukan sikap apatis.

Melalui kegiatan bakti sosial ini, PRISMA berharap tumbuh kesadaran kolektif warga pasar untuk menjaga kebersihan lingkungan demi menciptakan pasar yang sehat, nyaman, serta menjamin kualitas dan keamanan dagangan bagi konsumen.
Penulis: J. Robert














