Mamuju — Polresta Mamuju kembali menunjukkan komitmennya dalam memberantas peredaran dan penyalahgunaan narkotika di wilayah hukumnya. Dalam konferensi pers yang digelar di Mapolresta Mamuju, Kapolresta Mamuju memimpin langsung press release pengungkapan kasus tindak pidana narkotika dan obat-obatan terlarang selama periode Januari hingga Februari 2026.
Dalam keterangannya, Kapolresta Mamuju Ferdyan Indra Fahmi menyampaikan bahwa selama dua bulan terakhir, jajaran Satresnarkoba berhasil mengungkap enam kasus penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan terlarang. Pengungkapan tersebut merupakan hasil pengembangan laporan masyarakat serta penyelidikan intensif yang dilakukan di sejumlah titik di wilayah Kabupaten Mamuju.
Dari enam kasus yang berhasil dibongkar, aparat mengamankan delapan orang tersangka yang terdiri dari laki-laki dan perempuan dengan latar belakang profesi berbeda. Salah satu tersangka diketahui berprofesi sebagai pejabat pada instansi vertikal Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat.
Selain para tersangka, polisi juga menyita sejumlah barang bukti berupa narkotika jenis sabu dengan berat total puluhan gram serta ratusan butir obat-obatan terlarang yang diduga diedarkan tanpa izin resmi. Seluruh barang bukti kini diamankan untuk kepentingan proses hukum dan pengembangan kasus lebih lanjut.
Kapolresta menegaskan bahwa pengungkapan ini merupakan bukti keseriusan institusi dalam memutus mata rantai peredaran narkotika di wilayah hukum Polresta Mamuju.
“Kami tidak akan memberi ruang bagi pelaku penyalahgunaan maupun peredaran gelap narkotika di wilayah hukum Polresta Mamuju. Siapapun yang terlibat akan diproses sesuai hukum yang berlaku tanpa pandang bulu,” tegasnya, Selasa (3/3/2026).
Para tersangka dijerat dengan pasal-pasal dalam Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika serta peraturan perundang-undangan terkait lainnya, dengan ancaman pidana penjara dan denda sesuai ketentuan yang berlaku.
Lebih lanjut, Kapolresta mengimbau masyarakat untuk terus berperan aktif memberikan informasi apabila mengetahui adanya aktivitas penyalahgunaan maupun peredaran narkotika di lingkungan masing-masing. Partisipasi publik dinilai sangat penting dalam mendukung upaya pemberantasan narkoba.
Dalam bulan suci Ramadhan, Polresta Mamuju juga berupaya memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat agar dapat menjalankan ibadah dengan khusyuk, termasuk dengan memetakan lokasi-lokasi yang rawan peredaran narkoba.
Dengan langkah tegas ini, Polresta Mamuju berharap dapat menekan angka peredaran narkotika sekaligus memberikan efek jera kepada para pelaku, demi melindungi generasi muda dan menjaga stabilitas keamanan daerah.














