Scroll untuk baca artikel
Example 728x250
Example 728x250
BeritaDaerah

Refleksi Setahun Kepemimpinan Bupati-Wakil Bupati Takalar 2025-2030: Toko Masyarakat, Toko Adat dan Lembaga Adat Karaeng Bontoramba Jadi Mitra Strategis Pembangunan

36
×

Refleksi Setahun Kepemimpinan Bupati-Wakil Bupati Takalar 2025-2030: Toko Masyarakat, Toko Adat dan Lembaga Adat Karaeng Bontoramba Jadi Mitra Strategis Pembangunan

Sebarkan artikel ini

Divisinews.com//TAKALAR, 2 Maret 2026 – Dalam acara refleksi setahun kepemimpinan periode 2025-2030, Pemerintah Kabupaten Takalar mengangkat peran penting Toko Masyarakat, Toko Adat, serta Lembaga Adat Karaeng Bontoramba yang dipimpin oleh Karaeng Tompo Andi Hajid S.H sebagai bagian integral dari upaya pembangunan daerah. Acara yang dihadiri oleh pengelola toko-toko dari seluruh kecamatan dan perwakilan lembaga adat ini tidak hanya merangkum capaian, tetapi juga mengajak seluruh pihak untuk semakin aktif berperan dalam memajukan ekonomi rakyat dan melestarikan budaya lokal.

 

Toko Masyarakat Dorong Pertumbuhan Ekonomi Rakyat

 

Selama satu tahun terakhir, Toko Masyarakat di Takalar telah berkontribusi dalam peningkatan akses masyarakat terhadap barang kebutuhan pokok dengan harga terjangkau. Sebanyak 15 Toko Masyarakat yang tersebar di 10 kecamatan telah melakukan distribusi beras subsidi dan bahan pokok lainnya kepada lebih dari 8.500 keluarga penerima manfaat. Selain itu, toko-toko ini juga menjadi wadah pemasaran produk UMKM lokal, dengan total omzet penjualan produk dalam negeri mencapai lebih dari Rp500 juta selama tahun 2025.

 

Bupati Mohammad Firdaus Daeng Manye mengungkapkan, “Toko Masyarakat bukan hanya tempat berbelanja, tetapi juga motor penggerak ekonomi daerah yang memberikan kesempatan bagi pelaku usaha kecil untuk memasarkan hasil kerjanya secara luas.” Pemerintah daerah juga telah memberikan pelatihan manajemen dan pemasaran kepada pengelola Toko Masyarakat untuk meningkatkan kapasitas mereka.

Baca Juga  Kegiatan Pergelaran Ambang Gangguan Pagi Satlantas Polres Mamasa

 

Toko Adat Jaga Kelestarian Budaya dan Nilai Lokal

 

Sementara itu, Toko Adat berperan penting dalam melestarikan warisan budaya Takalar sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat melalui produk berbasis kearifan lokal. Sebanyak 8 Toko Adat yang ada telah mengembangkan berbagai produk khas seperti tenun bugis, kerajinan anyaman bambu, makanan tradisional, dan hasil pertanian yang diproses dengan metode tradisional.

 

Kerjasama dengan Lembaga Adat Karaeng Bontoramba telah menjadi pijakan kuat dalam pengembangan produk Toko Adat. Karaeng Tompo Andi Hajid S.H memberikan arahan terkait nilai-nilai budaya yang harus dipertahankan dalam setiap produk, serta membantu memastikan bahwa pengelolaan Toko Adat sesuai dengan kaidah adat yang berlaku.

 

Lembaga Adat Karaeng Bontoramba Berperan Sebagai Fasilitator dan Pembina

 

Lembaga Adat Karaeng Bontoramba yang dipimpin oleh Karaeng Tompo Andi Hajid S.H telah berperan penting sebagai fasilitator antara pemerintah daerah dengan masyarakat adat di Takalar. Selama setahun terakhir, lembaga ini telah membantu menyelesaikan berbagai permasalahan masyarakat dengan pendekatan adat, serta menjadi pembina bagi pengelola Toko Adat dan pelaku usaha berbasis budaya.

Baca Juga  Kepedulian pak Rt dan pengurus Rt jenguk warganya terbaring di rumah sakit

 

“Kita percaya bahwa pembangunan yang berkelanjutan harus mengakar pada nilai-nilai lokal yang telah terbukti kokoh sepanjang masa,” ujar Karaeng Tompo Andi Hajid S.H dalam sambutannya. Lembaga Adat Karaeng Bontoramba juga telah membantu menyusun pedoman pengelolaan Toko Adat yang mengintegrasikan prinsip-prinsip hukum adat dengan standar usaha modern, serta memberikan pelatihan tentang kearifan lokal kepada pemuda agar budaya Takalar tetap lestari.

 

Selain itu, lembaga ini juga bekerja sama dengan pemerintah daerah dalam mengembangkan program wisata budaya yang mengangkat potensi lokal, dengan melibatkan Toko Adat sebagai salah satu destinasi untuk pembeli dan wisatawan.

 

Kerjasama yang Diperkuat untuk Tahun Mendatang

 

Dalam acara refleksi ini, pemerintah daerah juga mengumumkan program kerja sama baru dengan Toko Masyarakat, Toko Adat, dan Lembaga Adat Karaeng Bontoramba untuk tahun 2026. Program tersebut antara lain:

 

– Pendirian 5 Toko Masyarakat baru di kecamatan yang belum memiliki akses layanan serupa

– Pengembangan pusat pembelajaran keterampilan budaya di bawah pengawasan Lembaga Adat Karaeng Bontoramba

– Pembentukan jejaring pemasaran bersama untuk produk dari kedua jenis toko.

 

Jurnalis : Deviana.

Editor : Hasan.

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *