Scroll untuk baca artikel
Example 728x250
Example 728x250
Berita

SAKERA IKAMA: Wajah Baru Budaya Madura, Tepis Stigma Kekerasan

83
×

SAKERA IKAMA: Wajah Baru Budaya Madura, Tepis Stigma Kekerasan

Sebarkan artikel ini

Jakarta, Divisinews.com – Di tengah dinamika sosial yang kerap diwarnai stereotip terhadap kelompok tertentu, Ikatan Keluarga Madura (IKAMA) menghadirkan pendekatan baru dalam menjaga keamanan organisasi. Pada Minggu (22/2/2026), IKAMA resmi meluncurkan program penguatan pertahanan dan keamanan bertajuk SAKERA IKAMA (Sajian Kesenian Madura), yang menjadikan budaya sebagai fondasi utama dalam membangun rasa aman yang humanis.

Program ini digagas langsung oleh Ketua Umum DPP IKAMA, H. Muhammad Rawi, sebagai langkah strategis untuk menampilkan wajah masyarakat Madura yang santun, beretika, dan sarat nilai kearifan lokal. SAKERA IKAMA tidak sekadar simbol, melainkan upaya konkret untuk menggeser cara pandang publik terhadap identitas Madura yang selama ini kerap disalahpahami.

Peluncuran SAKERA IKAMA menegaskan bahwa budaya Madura tidak bisa direduksi pada stigma kekerasan. Melalui pendekatan ini, IKAMA mengangkat nilai-nilai luhur seperti penghormatan terhadap tamu, yang diwujudkan melalui sajian khas kuliner serta ekspresi seni tradisional Madura.

Baca Juga  Personil Polsek Aralle Laksanakan Pengamanan Jalur dan Melancarkan Arus Lalin di Pasar Tradisional Aralle

Sekretaris Jenderal DPP IKAMA, Hanafi Sf, menegaskan bahwa SAKERA IKAMA bukan sekadar simbol budaya. Menurutnya, setiap gerakan, simbol, hingga sajian yang ditampilkan mengandung pesan moral tentang kebersamaan, penghormatan, dan kedamaian, kata Sekjend DPP IKAMA, H. Hanafi Sf kepada awak media pada Selasa (3/3/2026).

Lebih jauh, SAKERA IKAMA dirancang sebagai ruang silaturahmi lintas daerah dan lintas etnis. Setiap kegiatan menjadi medium komunikasi budaya cara halus untuk menyapa keberagaman, sekaligus menunjukkan bahwa masyarakat Madura terbuka dan adaptif terhadap perbedaan.

Dalam implementasinya, DPP IKAMA menginstruksikan seluruh DPW, termasuk jaringan internasional, untuk menggunakan SAKERA IKAMA sebagai identitas kultural sekaligus bagian dari sistem pengamanan organisasi. Namun, pendekatan yang diusung jauh dari kesan represif, dengan mengedepankan dialog, pendekatan persuasif, serta nilai-nilai budaya sebagai fondasi utama.

Baca Juga  Polda Sulbar Hadiri Forum Konsultasi Publik di Kantor Gubernur, Sinergi Forkopimda Terus Diperkuat

Simbol SAKERA IKAMA mengusung warna merah dan putih merah melambangkan keteguhan prinsip, sementara putih mencerminkan kelembutan sikap. Filosofi ini menjadi penanda keseimbangan antara keberanian dan kebijaksanaan, dua nilai utama yang ingin ditanamkan kepada setiap anggota IKAMA.

Program pertahanan dan keamanan (Prohtam) ini juga menjadi bagian dari komitmen IKAMA dalam merawat toleransi antarumat beragama. Dengan memadukan nilai kebangsaan dan kearifan lokal, SAKERA IKAMA diharapkan mampu menjadi jembatan yang mempererat persatuan di tengah keberagaman Indonesia, kata Sekjend.

Melalui langkah ini, IKAMA tidak hanya memperkuat organisasi dari sisi internal, tetapi juga menegaskan perannya sebagai penjaga harmoni sosial membuktikan bahwa budaya, jika dirawat dengan bijak, mampu menjadi bahasa universal yang menenangkan, bukan memecah belah. .

Penulis:Achmadsugiyanto

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *