Example 728x250
Militer

Social Engineering 2.0 Mengintai, Polres Gowa: Jangan Mudah Percaya Video dan Telepon

23
×

Social Engineering 2.0 Mengintai, Polres Gowa: Jangan Mudah Percaya Video dan Telepon

Sebarkan artikel ini

Divisinews.com//Gowa,- Polres Gowa mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap perkembangan modus kejahatan siber terbaru yang dikenal sebagai Social Engineering 2.0, yakni penipuan berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) melalui teknologi video deepfake dan voice cloning, Kamis (01/3/2026).

 

Imbauan ini disampaikan sebagai langkah pencegahan agar masyarakat tidak menjadi korban penipuan yang kini semakin canggih dan sulit dikenali.

 

Modus Penipuan Menggunakan Deepfake dan Voice Cloning

Polres Gowa menjelaskan bahwa pelaku kejahatan memanfaatkan teknologi AI untuk menghadirkan wajah dan suara yang menyerupai orang dikenal korban atau tokoh publik guna memerintahkan maupun menjebak korban.

 

Pelaku dapat membuat video palsu (deepfake) yang menampilkan sosok:

Baca Juga  Dandim Beserta Forkopimda Dampingi Gubernur Dalam Rangka Peresmian Masjid Khas Krampyangan

 

• Kerabat atau keluarga.

• Atasan di tempat kerja.

• Pejabat atau tokoh publik.

 

Dalam video tersebut, korban biasanya diminta melakukan tindakan mendesak seperti mengirim uang atau memberikan data penting.

 

Selain itu, pelaku juga melakukan penipuan melalui telepon (phishing call) dengan memanfaatkan teknologi voice cloning.

 

Pelaku berpura-pura sebagai:

 

• Kerabat yang sedang mengalami keadaan darurat.

•Atasan yang meminta bantuan segera.

• Pejabat atau pihak instansi tertentu.

• Dengan alasan mendesak, korban diminta mentransfer uang atau memberikan data sensitif seperti kode OTP, PIN, maupun password.

 

Imbauan Polres Gowa

Polres Gowa mengingatkan masyarakat agar selalu berhati-hati dan tidak mudah percaya terhadap permintaan mendadak yang berkaitan dengan uang maupun data pribadi.

Baca Juga  Danlantamal VI Makassar Terima Audiensi Sesjampidmil Kejaksaan Agung RI dan Kajati Sulsel 

 

Langkah pencegahan yang diimbau antara lain:

 

• Selalu lakukan verifikasi ulang melalui nomor resmi atau komunikasi langsung.

• Jangan panik jika menerima telepon/video yang meminta bantuan mendesak.

• Jangan pernah membagikan kode OTP, PIN, atau password kepada siapa pun.

• Tingkatkan literasi digital dan keamanan siber keluarga.

 

Polres Gowa menegaskan bahwa perkembangan teknologi harus diiringi dengan kewaspadaan masyarakat.

 

“Cerdas gunakan AI, jangan mudah terperdaya,” menjadi pesan utama agar masyarakat tetap aman dari kejahatan digital yang semakin berkembang.

 

  • Sumber : Humas Polres Gowa.

Editor : Hasan.

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *