Ruteng, NTT// divisinews.com– Kenakalan sejumlah pelajar di kota Ruteng kian mencoreng nama baik lembaga pendidikan. Sejumlah siswa kedapatan bolos pada jam sekolah dan nongkrong di luar lingkungan sekolah sambil merokok bahkan mengonsumsi minuman keras. Ironisnya, mereka melakukannya dengan masih mengenakan seragam sekolah.
Guru Pembina Kesiswaan SMAN 2 Ruteng, Valentinus Vitalis Jebagu, membenarkan tujuh siswanya terjaring razia Satpol PP Kabupaten Manggarai di kawasan hutan Golo Lusang, sekitar lima kilometer dari sekolah.
“Benar, tujuh siswa kami diamankan di Golo Lusang sekitar tiga minggu lalu,” ujar Valens kepada media, Selasa (11/11/2025)
ia menjelaskan, anak-anak itu telah ditegur dan dibina. Kasusnya sudah diselesaikan bersama Satpol PP dan orang tua siswa beberapa waktu lalu dan disepakati untuk lakukan sosialisasi umum bagi semua siswa terkait Peraturan Ketertiban Umum oleh Pemerintah melalui Satpol PP Kabupaten Manggarai.
Menurutnya, keterbatasan pengawasan pihak sekolah menjadi salah satu faktor siswa bisa lepas kontrol. Karena itu, pihak sekolah memperkuat kerja sama dengan pemerintah daerah untuk melakukan pembinaan karakter dan kedisiplinan.
Sebagai tindak lanjut, SMAN 2 Ruteng bersama Satpol PP Manggarai menggelar sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) Nomor 2 Tahun 2016 tentang Ketertiban Umum di lapangan sekolah, Selasa pagi (11/11/2025). Kegiatan yang diikuti ratusan siswa itu juga dihadiri guru dan jajaran pimpinan sekolah.
Kepala Bidang Penegakan Peraturan Daerah Satpol PP Manggarai, Tiransius Kamilus Otwin Wisang, S.Sn, menjadi narasumber tunggal dalam kegiatan tersebut. Ia menjelaskan pentingnya menjaga ketertiban dan menjauhi perilaku menyimpang.
“Peraturan sekolah harus ditegakkan. Jika pelanggaran ketertiban umum menimbulkan keresahan, pemerintah akan bertindak tegas,” tegas Otwin.
Sosialisasi ini disambut positif para siswa. Tiga siswi SMAN 2 Ruteng — Caca, Sigrid, dan Flora — mengaku kegiatan tersebut menjadi pengingat untuk lebih disiplin.
“Kami jadi lebih semangat belajar, tidak bolos, dan tidak keluyuran,” kata Caca mewakili teman-temannya.
Valens berharap kerja sama dengan Satpol PP terus berlanjut agar pembinaan karakter siswa berjalan konsisten.
“Langkah ini penting untuk membentuk generasi muda yang berdisiplin dan bertanggung jawab,” tandasnya. (**)















