Example 728x250
Berita

Ziarah 9 Wali, DPP IKAMA Tegaskan Spirit Dakwah dan Aksi Nyata untuk Umat Jakarta,

68
×

Ziarah 9 Wali, DPP IKAMA Tegaskan Spirit Dakwah dan Aksi Nyata untuk Umat Jakarta,

Sebarkan artikel ini

Jakarta, Divisinews.com –  Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Keluarga Madura (DPP IKAMA) menuntaskan rangkaian Ziarah Wali Songo dan aksi sosial 2026 dengan menggelar ziarah penutup di makam Syaikhona Kholil di Bangkalan, Madura.

Penutup ini bukan sekadar seremoni, melainkan penegasan arah gerak organisasi: menguatkan spiritualitas sekaligus menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.

Syaikhona Kholil dikenal sebagai ulama besar, guru para ulama Nusantara, serta tokoh penting dalam mata rantai lahirnya Nahdlatul Ulama (NU). Ziarah ke makamnya menjadi simbol penghormatan terhadap warisan keilmuan dan perjuangan dakwah yang membumi.

Rangkaian ziarah yang ditempuh DPP IKAMA bukan perjalanan singkat biasa. Dalam kurun dua hari tiga malam, sejak Minggu (15/3/2026) hingga Selasa (16/3/2026), rombongan menapaki jejak dakwah para wali dan ulama di 13 titik penting di Pulau Jawa.

Dimulai dari makam Sayyid Husain bin Abu Bakar Al-Idrus di Jakarta Utara, perjalanan berlanjut ke Cirebon, Demak, Kudus, Tuban, Lamongan, Gresik, Surabaya, Jombang, hingga berakhir di Bangkalan.

Seluruh titik yang dikunjungi merepresentasikan simpul-simpul sejarah penyebaran Islam di Nusantara mulai dari Sunan Gunung Jati di Cirebon, Sunan Kalijaga di Demak, hingga Sunan Ampel di Surabaya, serta ulama besar seperti Mbah Hasyim Asy’ari dan Mbah Wahab Hasbullah di Jombang.

Sekretaris Jenderal DPP IKAMA, H. Hanafi SF, S.Sos, yang memimpin langsung kegiatan bersama Bendahara Umum H. Ach. Arif Efendi, MM, menegaskan bahwa ziarah ini memiliki dimensi yang lebih dalam dari sekadar tradisi.

“Ini bukan hanya perjalanan religi, tetapi napak tilas perjuangan dakwah. Kita diingatkan bahwa Islam dibangun dengan keteladanan, keikhlasan, dan keberpihakan kepada umat,” tegas Hanafi kepada awak media pada Kamis (19/3/2026).

Ia juga menyoroti pentingnya menjaga kesinambungan nilai-nilai tersebut di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks.

“Para wali tidak hanya berdakwah, tapi juga membangun masyarakat. Itu yang ingin kami hidupkan kembali bahwa organisasi harus hadir, memberi solusi, dan bermanfaat,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Hanafi menjelaskan bahwa kegiatan ini tetap berjalan meski tanpa kehadiran Ketua Umum DPP IKAMA, H. Muhammad Rawi, yang tengah berada di Tanah Suci Makkah dan Madinah.

Baca Juga  Direktorat Narkoba Polda Sulbar Berhasil Ungkap Peredaran Sabu di Mamuju

“Ini bentuk konsistensi organisasi. Kepemimpinan kolektif berjalan, dan program tetap terlaksana. IKAMA tidak boleh berhenti hanya karena satu figur,” katanya menegaskan.

Lebih jauh, DPP IKAMA tidak hanya berziarah, tetapi juga membawa misi sosial. Di sejumlah titik, rombongan menyalurkan bantuan kepada masyarakat sebagai wujud kepedulian dan implementasi nilai keislaman.

“Kami ingin memastikan bahwa setiap langkah ziarah juga membawa dampak langsung. Tidak hanya mendoakan, tapi juga berbagi. Itu esensi keberadaan IKAMA,” tambah Hanafi.

Penutupan di Bangkalan berlangsung khidmat dan penuh refleksi. Doa bersama menjadi peneguh komitmen bahwa perjuangan para ulama harus diteruskan dengan aksi nyata, bukan sekadar dikenang.

Dengan selesainya rangkaian ini, DPP IKAMA mengirim pesan tegas: ziarah bukan hanya ritual spiritual, melainkan momentum membangun kesadaran kolektif untuk memperkuat dakwah, mempererat ukhuwah, dan memperluas kontribusi sosial.

“Warisan para wali bukan hanya sejarah, tapi tanggung jawab. Dan IKAMA siap melanjutkan itu,” pungkas Hanafi.

Jakarta, Divisinews.com –  Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Keluarga Madura (DPP IKAMA) menuntaskan rangkaian Ziarah Wali Songo dan aksi sosial 2026 dengan menggelar ziarah penutup di makam Syaikhona Kholil di Bangkalan, Madura.

Penutup ini bukan sekadar seremoni, melainkan penegasan arah gerak organisasi: menguatkan spiritualitas sekaligus menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.

Syaikhona Kholil dikenal sebagai ulama besar, guru para ulama Nusantara, serta tokoh penting dalam mata rantai lahirnya Nahdlatul Ulama (NU). Ziarah ke makamnya menjadi simbol penghormatan terhadap warisan keilmuan dan perjuangan dakwah yang membumi.

Rangkaian ziarah yang ditempuh DPP IKAMA bukan perjalanan singkat biasa. Dalam kurun dua hari tiga malam, sejak Minggu (15/3/2026) hingga Selasa (16/3/2026), rombongan menapaki jejak dakwah para wali dan ulama di 13 titik penting di Pulau Jawa.

Dimulai dari makam Sayyid Husain bin Abu Bakar Al-Idrus di Jakarta Utara, perjalanan berlanjut ke Cirebon, Demak, Kudus, Tuban, Lamongan, Gresik, Surabaya, Jombang, hingga berakhir di Bangkalan.

Seluruh titik yang dikunjungi merepresentasikan simpul-simpul sejarah penyebaran Islam di Nusantara mulai dari Sunan Gunung Jati di Cirebon, Sunan Kalijaga di Demak, hingga Sunan Ampel di Surabaya, serta ulama besar seperti Mbah Hasyim Asy’ari dan Mbah Wahab Hasbullah di Jombang.

Baca Juga  Personel Polsek Mamasa Gelar Pengamanan Lalu Lintas di Titik Rawan Kemacetan

Sekretaris Jenderal DPP IKAMA, H. Hanafi SF, S.Sos, yang memimpin langsung kegiatan bersama Bendahara Umum H. Ach. Arif Efendi, MM, menegaskan bahwa ziarah ini memiliki dimensi yang lebih dalam dari sekadar tradisi.

“Ini bukan hanya perjalanan religi, tetapi napak tilas perjuangan dakwah. Kita diingatkan bahwa Islam dibangun dengan keteladanan, keikhlasan, dan keberpihakan kepada umat,” tegas Hanafi kepada awak media pada Kamis (19/3/2026).

Ia juga menyoroti pentingnya menjaga kesinambungan nilai-nilai tersebut di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks.

“Para wali tidak hanya berdakwah, tapi juga membangun masyarakat. Itu yang ingin kami hidupkan kembali bahwa organisasi harus hadir, memberi solusi, dan bermanfaat,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Hanafi menjelaskan bahwa kegiatan ini tetap berjalan meski tanpa kehadiran Ketua Umum DPP IKAMA, H. Muhammad Rawi, yang tengah berada di Tanah Suci Makkah dan Madinah.

“Ini bentuk konsistensi organisasi. Kepemimpinan kolektif berjalan, dan program tetap terlaksana. IKAMA tidak boleh berhenti hanya karena satu figur,” katanya menegaskan.

Lebih jauh, DPP IKAMA tidak hanya berziarah, tetapi juga membawa misi sosial. Di sejumlah titik, rombongan menyalurkan bantuan kepada masyarakat sebagai wujud kepedulian dan implementasi nilai keislaman.

“Kami ingin memastikan bahwa setiap langkah ziarah juga membawa dampak langsung. Tidak hanya mendoakan, tapi juga berbagi. Itu esensi keberadaan IKAMA,” tambah Hanafi.

Penutupan di Bangkalan berlangsung khidmat dan penuh refleksi. Doa bersama menjadi peneguh komitmen bahwa perjuangan para ulama harus diteruskan dengan aksi nyata, bukan sekadar dikenang.

Dengan selesainya rangkaian ini, DPP IKAMA mengirim pesan tegas: ziarah bukan hanya ritual spiritual, melainkan momentum membangun kesadaran kolektif untuk memperkuat dakwah, mempererat ukhuwah, dan memperluas kontribusi sosial.

“Warisan para wali bukan hanya sejarah, tapi tanggung jawab. Dan IKAMA siap melanjutkan itu,” pungkas Hanafi.

Penulis: Achmadsugiyanto

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *