Universitas Graha Edukasi Makassar menggelar Seminar Literasi Keuangan bertema “Membangun Generasi Melek Fintech: Aman, Inklusif, dan Inovatif” yang berlangsung meriah dan penuh antusiasme mahasiswa.
Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari Otoritas Jasa Keuangan yaitu Bapak Meilthon Purba, S.E., M.M., CFP., selaku Manajer Divisi Pengawasan Perilaku PUJK, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK Sulselbar.
Seminar secara resmi dibuka oleh Wakil Rektor II Bidang Administrasi dan Pengembangan SDM Dr. Risma Haris, S.Si., M.Si. yang dalam sambutannya menyampaikan pentingnya peningkatan literasi keuangan di kalangan generasi muda, khususnya mahasiswa, agar mampu menghadapi perkembangan teknologi finansial secara bijak dan bertanggung jawab.
Kegiatan ini turut dihadiri Ketua Yayasan Graha Edukasi Makassar, Bapak Primana Ake, Wakil Rektor I Bidang Akademik Dr. Sabaruddin, M.Kep., Ners., para dosen, serta mahasiswa dari berbagai program studi di lingkungan UGEM.
Dalam sambutannya, pihak universitas juga menyampaikan salam dan apresiasi dari Rektor Universitas Graha Edukasi Makassar, Bapak Dr. Thalib, M.Kep., Ners., yang berhalangan hadir karena sedang menghadiri kegiatan di lingkungan LLDIKTI.

Pihak kampus menegaskan bahwa literasi keuangan menjadi kebutuhan penting di era digital saat ini. Kemajuan teknologi finansial harus diimbangi dengan kemampuan memahami keamanan transaksi, pengelolaan keuangan, hingga kewaspadaan terhadap berbagai bentuk penipuan digital.
Dalam pemaparannya, Meilthon Purba menjelaskan pentingnya pemahaman mengenai fintech, investasi legal, perlindungan konsumen, serta pengelolaan keuangan yang sehat bagi mahasiswa sebagai generasi produktif dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Kegiatan berlangsung interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab yang disambut antusias peserta. Banyak mahasiswa memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berkonsultasi langsung terkait pengelolaan keuangan, investasi, dan keamanan layanan digital.
Melalui seminar ini, Universitas Graha Edukasi Makassar berharap mahasiswa semakin siap menghadapi tantangan ekonomi digital serta mampu menjadi generasi yang inovatif, kritis, dan bijak dalam memanfaatkan teknologi finansial.









