MAJALENGKA, 26 Oktober 2026 — DIVISI NEWS — Pemerintah Kabupaten Majalengka menegaskan komitmen memperkuat ketahanan pangan daerah melalui peningkatan infrastruktur pertanian yang masif. Bupati Majalengka, Eman Suherman, meluncurkan program bantuan Irigasi Pompanisasi (Irpom) dan Irigasi Perpipaan (Irpip) dengan total anggaran lebih dari Rp13 miliar, guna menjamin ketersediaan air bagi lahan pertanian di 80 titik wilayah.
- AIR ADALAH NYAWA PERTANIAN
Bupati Eman Suherman menjelaskan, program ini secara khusus menyasar lahan tadah hujan yang selama ini terhambat keterbatasan air saat musim kemarau. Langkah strategis ini diharapkan mampu mengangkat Indeks Pertanaman dari sebelumnya 1–1,7 mencapai IP 3, sehingga petani dapat menanam dan memanen hingga tiga kali dalam satu tahun.
“Jangan sampai petani kesulitan air saat musim kemarau. Air adalah nyawa pertanian kita. Dengan irigasi yang memadai, lahan tadah hujan pun bisa produktif sepanjang tahun.”
Nilai bantuan per unit mencapai Rp155,7 juta untuk irigasi pompanisasi dan Rp97 juta untuk irigasi perpipaan, mencakup sektor tanaman pangan, hortikultura, hingga perkebunan tebu.
- DUKUNGAN BERPIHAK KEPADA PETANI
Pemkab Majalengka juga memperkuat kebijakan pendukung:
– Pupuk terjangkau dan tersedia — tidak lagi sulit didapat
– Harga gabah berpihak petani — terendah di angka Rp6.500/kg
– Pembangunan sodetan bersama BBWS, meningkatkan luas panen dari 500 ha menjadi 2.000 ha di Kertajati dan Jatitujuh
“Kebijakan kita jelas: berpihak kepada petani. Majalengka akan maju dan terindustrialisasi, namun lahan pangan seluas 37 ribu hektare tetap kita lindungi sebagai kawasan inti LP2B.”
- DIPASTIKAN TEPAT SASARAN DAN BERKELANJUTAN
Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3), Gatot Sulaeman, menegaskan setiap lokasi telah melalui verifikasi dan kajian teknis. Bantuan diprioritaskan pada kawasan yang memiliki potensi sumber air namun belum terjangkau irigasi. Pendampingan teknis akan terus berjalan agar pengelolaan fasilitas berjalan transparan dan berkelanjutan.
Perwakilan kelompok tani menyambut gembira program ini:
“Selama ini kendala utama kami adalah kekurangan air di musim kemarau. Dengan bantuan ini, kami yakin bisa tanam tiga kali setahun. Kami siap menjaga dan mengelola fasilitas ini bersama-sama.”
Ketahanan pangan adalah fondasi kedaulatan daerah. Dengan irigasi yang andal, kebijakan yang berpihak petani, dan pengelolaan yang bertanggung jawab, Majalengka melangkah tegap menuju kesejahteraan pertanian yang berkelanjutan.
“Air terjaga, panen meningkat, rakyat sejahtera. Majalengka Tangguh Pangan!”
Reporter: Asep Iskandar & Deni AM
Media: Divisi News










