Example 728x250
BeritaDaerah

Wagub Ajak Generasi Muda Lestarikan Alam,Tanam 500 Pohon Buah Di Candi Gedongsongo

63
×

Wagub Ajak Generasi Muda Lestarikan Alam,Tanam 500 Pohon Buah Di Candi Gedongsongo

Sebarkan artikel ini

Divisinews.com//KAB. SEMARANG – Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, mengajak generasi muda untuk terlibat aktif menjaga kelestarian lingkungan. Salah satunya melalui aksi nyata penanaman pohon produktif yang manfaatnya dapat dirasakan hingga generasi mendatang.

Ajakan tersebut disampaikannya saat menghadiri kegiatan penanaman pohon dalam rangkaian acara “1001 Tenda, 1001 Alasan” di Kawasan Candi Gedongsongo, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang pada Minggu, 1 November 2026.

Dalam kegiatan itu, sebanyak 500 pohon buah ditanam di Blok F kawasan Gedongsongo. Penanaman ini melibatkan mahasiswa, pelajar, siswa pecinta alam (sispala), serta relawan pegiat lingkungan.

Wagub mengatakan, pemilihan tanaman buah diharapkan tidak hanya mendukung kelestarian ekosistem, tetapi juga memberikan manfaat jangka panjang bagi generasi penerus.

“Yang kita tanam ini juga tanaman-tanaman buah yang menghasilkan untuk keturunan kita, untuk penerus kita. Maka, ini harus kita jaga,” ujarnya.

Ia menyampaikan, kegiatan konservasi seperti ini perlu terus digalakkan dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat, khususnya generasi muda. Kepedulian terhadap lingkungan tidak cukup diwujudkan melalui kegiatan seremonial, tetapi harus dilanjutkan dengan upaya pemeliharaan dan menjaga keberlangsungan tanaman yang telah ditanam.

Selain melakukan penanaman pohon, Wagub juga menitipkan pesan agar momentum ini dimanfaatkan untuk menyosialisasikan gerakan Sak Omah Sak Sumur Resapan (Sopan). Gerakan tersebut mendorong setiap rumah memiliki sumur resapan sebagai salah satu upaya menjaga ketersediaan air tanah serta meningkatkan daya serap air hujan.

Ia menyebut, penerapan gerakan tersebut telah dilakukan di wilayah Kecamatan Jambu, Kabupaten Semarang. Hasilnya mulai dirasakan masyarakat, terutama dalam upaya menjaga ketersediaan air saat musim kemarau.

Menurutnya, hal ini perlu disebarluaskan agar semakin banyak masyarakat memahami pentingnya konservasi air melalui langkah sederhana di lingkungan masing-masing.

Wagub berharap, kegiatan yang melibatkan mahasiswa dan relawan lingkungan di Gedongsongo ini juga dapat menjadi ruang untuk mengomunikasikan sekaligus menyosialisasikan gerakan tersebut kepada masyarakat luas.

Sementara itu, Ketua Tim Reaksi Cepat (TRC) Jawa Tengah, Arifin, mengatakan, kegiatan penanaman pohon ini diikuti sekitar 800 peserta yang berasal dari berbagai komunitas, pelajar, mahasiswa, dan relawan pegiat alam.

Ia menjelaskan, penanaman pohon buah dipilih berdasarkan arahan dan kesesuaian kondisi kawasan dari Perhutani. Selain mendukung penghijauan, tanaman buah diharapkan dapat menjadi sumber pakan bagi satwa, khususnya monyet ekor panjang, sehingga dapat membantu mengantisipasi gangguan satwa di lingkungan sekitar.

Arifin mengapresiasi antusiasme ratusan peserta yang terlibat dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, partisipasi berbagai komunitas menjadi bukti tumbuhnya kepedulian generasi muda terhadap upaya menjaga lingkungan.

Setelah penanaman pohon dilakukan, rangkaian kegiatan akan dilanjutkan dengan pembersihan kawasan, sebelum para peserta melakukan pembongkaran tenda.

Mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Surakarta, Oktea, mengaku senang bisa mengikuti kegiatan tersebut. Ia bersama ratusan peserta mendapatkan berbagai materi tentang kepedulian terhadap lingkungan.

Ia juga berpesan kepada para Generasi Z agar menjaga lingkungan dengan mengelola sampah dengan baik.

 

Dok- @(Humas Jateng)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *