Example 728x250
BeritaDaerah

DKLH Papua Salurkan 952 Bibit Produktif, Perkuat Kolaborasi Pulihkan Cycloop

14
×

DKLH Papua Salurkan 952 Bibit Produktif, Perkuat Kolaborasi Pulihkan Cycloop

Sebarkan artikel ini

Divisinews.com // JAYAPURA – Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup (DKLH) Papua memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam upaya pemulihan ekosistem dan rehabilitasi kawasan kritis di sekitar Cagar Alam Pegunungan Cycloop. Komitmen itu diwujudkan melalui penyerahan 952 bibit produktif siap tanam kepada perguruan tinggi dan kelompok tani hutan (KTH) di Kabupaten Jayapura, Rabu (4/11/2026).

Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Plt. Kepala DKLH Papua, Yaconias Maitindom. Adapun rincian penerima bantuan, yaitu Sekolah Tinggi Agama Kristen Protestan Negeri (STAKPN) Sentani sebanyak 300 bibit, Universitas Ottow dan Geissler Papua 300 bibit, KTH Pelangi Kasih 176 bibit, dan KTH Hena Wakne Imea 176 bibit.

Yaconias mengatakan, kolaborasi dengan perguruan tinggi dilakukan untuk memberikan dukungan sekaligus menggalakkan penghijauan di lingkungan kampus. Menurutnya, pemulihan ekologi tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga seluruh pihak, termasuk mahasiswa.

“Kita berkolaborasi dengan perguruan tinggi untuk memberikan dukungan, sekaligus berkolaborasi penghijauan dengan harapan dapat memulihkan kembali kondisi ekologi di lingkungan kampus. Tetapi juga mahasiswa ke kampus memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga kelestarian lingkungan dengan menanam pohon,” kata Yaconias Maitindom.

Sementara itu, Rektor Universitas Ottow dan Geissler Papua, Dr. Pilipus Ramandey, SE.,M.Si.Akt, CA, berkomitmen terus mendukung program pemerintah daerah dalam menjaga kelestarian alam dan lingkungan hidup di Papua. Menurutnya, bantuan bibit tersebut akan dimanfaatkan untuk mendukung pengelolaan serta pelestarian cagar alam dan area hijau di lingkungan kampus.

“Kami berkomitmen untuk tetap bersama-sama dengan mitra pemerintah daerah untuk memberikan kontribusi nyata, baik di dunia pendidikan, pengembangan SDM, tetapi juga menjaga bumi ini agar tetap hijau. Semoga pola kemitraan dan kolaborasi ini tetap memberikan manfaat untuk Papua,” jelasnya.

Ketua KTH Hena Wakne Imea, Agustha Kopeuw, mengapresiasi kolaborasi lintas sektor yang dilakukan DKLH Papua. Ia menilai langkah konservasi harus dilakukan secara konsisten demi generasi mendatang.

“Saya menyadari betul bahwa satu pohon saya tanam untuk kehidupan generasi yang akan datang. Kami akan terus melindungi kawasan hutan lindung yang menjadi kehidupan masyarakat ini,” ujarnya.

Senada, Ketua KTH Pelangi Kasih, Yoseph Ondikleuw, mengapresiasi sinergi antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat adat dalam memulihkan ekosistem yang sempat mengalami kerusakan akibat bencana alam. Menurutnya, kolaborasi tersebut diharapkan melahirkan inovasi baru dalam membangun ekosistem yang sebelumnya kritis.

“Bagaimana membangun satu ekosistem di alam yang kritis kemudian menjadi hijau. Dan berkolaborasi ini akan ada inovasi baru dalam membangun ekosistem dari tidak bisa menjadi bisa,” kata Yoseph Ondikleuw.

Yoseph juga menekankan pentingnya keterlibatan generasi muda agar tumbuh kecintaan nyata terhadap kelestarian alam. Ia berharap kolaborasi ke depan dapat diperluas melalui penyediaan bibit tanaman produktif, pengembangan kebun buah, hingga budidaya lebah madu untuk menunjang kesejahteraan ekonomi masyarakat sekitar kawasan hutan.

“Kita memberikan kontribusi bukan saja bibit tanaman yang kita tanam, tapi juga memberikan oksigen bagi keberlangsungan satu ekosistem bumi yang terus terjaga, serta menikmati air yang kita konsumsi bersama,” ujarnya.

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *