Divisinews.com//TAKALAR, 24 Mei 2026 – Lembaga Adat Gallarrang Tonasa secara resmi mengumumkan pelaksanaan Festival La’lang Sipue, sebuah pagelaran tradisi budaya yang mengangkat ritual sakral Akkawaru Kalompoang Tonasa Sanrobone, yang akan digelar pada Ahad, 24 Mei 2026 mendatang, bertempat di Desa Tonasa Sanrobone, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan.
Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian acara Sedekah Bumi Akkawaru Angrong Ase Dato’, yang sebelumnya telah direncanakan di Situs Benteng Somba Opu, Gowa, dan kini dilanjutkan dengan serangkaian prosesi adat penuh makna di wilayah Tonasa Sanrobone. Acara ini disiapkan sebagai wujud pelestarian dan penghormatan terhadap warisan leluhur, sekaligus mengukuhkan kembali nilai-nilai budaya masyarakat Bugis-Makassar yang kental dengan kearifan lokalnya.
Dalam surat undangan bernomor 035/A/Iagt/Und.Budaya/v/2026 yang disampaikan kepada Tumalabbirukku YM. Kamsiruddin Daeng Liwang, SE, SH, MH, disebutkan bahwa rangkaian acara akan berlangsung mulai pukul 10.00 hingga 15.00 WITA, dengan dua prosesi utama yang menjadi inti kegiatan.
Pertama, Prosesi Akkawaru Angrong Ase Dato’, dilaksanakan pukul 10.00–11.30 WITA, merupakan ritual syukuran dan penghormatan kepada alam serta leluhur sebagai sumber kehidupan dan rezeki. Dilanjutkan dengan Prosesi Akkawaru Punto Loe Bilalang pada pukul 13.00–15.00 WITA, sebuah rangkaian upacara yang mengandung makna pembersihan, pengukuhan persatuan, dan doa bersama untuk keselamatan serta kesejahteraan masyarakat.
Panitia pelaksana yang dipimpin oleh Hamin Mustafa, Daeng Nyanrang, Dipl.Eng, ST, menegaskan bahwa seluruh peserta dan tamu yang hadir diwajibkan mengenakan pakaian adat, sebagai bentuk kesungguhan dan penghormatan terhadap kesakralan acara. “Ini bukan sekadar pertunjukan, tetapi kewajiban kita menjaga apa yang telah diwariskan nenek moyang, agar tetap hidup dan dikenang generasi mendatang,” ujarnya dalam surat undangan tersebut.
Festival La’lang Sipue diharapkan menjadi wadah mempererat tali persaudaraan antar komunitas adat, sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Gowa dan Takalar kepada masyarakat luas. Kegiatan ini juga menjadi bukti nyata bahwa tradisi luhur masih dijaga dengan sepenuh hati, dan terus dihidupkan sebagai identitas jati diri masyarakat Sulawesi Selatan.
Seluruh elemen masyarakat, tokoh adat, dan pemangku kepentingan diharapkan dapat hadir dan mendukung penyelenggaraan ini, demi keberhasilan pelestarian budaya yang menjadi kebanggaan bersama.














