POLMAN|Divisi News— Kebakaran lahan terjadi di Dusun Kananga, Desa Pappandangan, Kecamatan Anreapi, Kabupaten Polewali Mandar, Senin (28/9/2026) siang.
Peristiwa tersebut diketahui sekitar pukul 13.30 WITA setelah masyarakat melaporkan adanya kebakaran lahan kepada pihak kepolisian.
Menindaklanjuti informasi tersebut, Kapolsubsektor Anreapi IPDA Surman Salissi bersama Bhabinkamtibmas Desa Pappandangan BRIGPOL Amril Nuangsa langsung mendatangi lokasi kejadian dan bersama masyarakat melakukan upaya pemadaman.
Petugas dan warga menggunakan alat semprot rumput untuk memadamkan api sekaligus mencegah kobaran api meluas ke area perkebunan maupun mendekati permukiman warga.
Berdasarkan hasil pengumpulan bahan keterangan di lokasi, lahan yang terbakar diketahui milik dua warga, yakni Kasman (49) dan Uci Sanusi (41). Keduanya merupakan petani yang berdomisili di Dusun Kananga, Desa Pappandangan, Kecamatan Anreapi.

Kebakaran diduga bermula dari lahan kosong yang ditumbuhi rumput menjalar. Rumput tersebut kemudian diduga mengenai kabel induk milik PLN sebelum api merambat ke lahan perkebunan warga yang banyak ditumbuhi ilalang kering.
Luas lahan yang terbakar diperkirakan sekitar ±2 are.
Berkat upaya warga bersama personel kepolisian, api berhasil dipadamkan sekitar pukul 14.30 WITA.
Pihak PLN juga melakukan pembersihan ranting pohon yang berada di sekitar kabel induk sebagai langkah antisipasi.
Kapolsubsektor Anreapi IPDA Surman Salissi mengatakan, personel langsung mendatangi lokasi setelah menerima informasi dari masyarakat.
“Begitu mendapat informasi dari masyarakat, kami langsung mendatangi lokasi dan bersama warga melakukan upaya pemadaman agar api tidak meluas, khususnya ke area perkebunan dan permukiman warga. Alhamdulillah, sekitar pukul 14.30 WITA api berhasil dipadamkan,” ujar IPDA Surman Salissi.
Ia juga mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, khususnya di tengah kondisi lahan yang banyak ditumbuhi rumput dan ilalang kering.
“Kami mengimbau masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu terjadinya kebakaran. Selain itu, warga juga perlu memastikan peralatan listrik, colokan, maupun kompor dalam kondisi aman sebelum meninggalkan rumah,” tambahnya.
IPDA Surman Salissi juga meminta masyarakat segera melaporkan apabila menemukan titik api atau kondisi yang berpotensi menimbulkan kebakaran.
Setelah memastikan api benar-benar padam dan kondisi di sekitar lokasi aman, warga kemudian meninggalkan lokasi kejadian.
Hingga saat ini, penyebab pasti kebakaran belum dapat dipastikan. Berdasarkan keterangan awal warga, api diduga bermula dari rumput yang menjalar hingga mengenai kabel induk PLN dan kemudian merambat ke lahan perkebunan warga.









