Divisinews.com//PATI* – Nasib peternak jangkrik di Desa Pulorejo, Dusun Mbingung, lagi nggak karuan. Dalam 3 bulan terakhir banyak warga yang berhenti beternak gara-gara harga jangkrik anjlok drastis.
Seperti di foto ini, Pak Guntur salah satu peternak tampak termenung mengecek kandangnya yang mulai sepi. Kayu-kayu dan daun kering di bak ternak itu saksi bisu usaha yang lagi lesu.
“Harga sekarang cuma Rp20.000 per kilo Mas. Padahal sempat naik tinggi sampai Rp55.000 per kilo, tapi cuma bertahan 3-4 hari doang, langsung jeblok lagi,” ujar Pak Guntur.
Hal senada disampaikan Pak Lek Ri dan Pak Bowo. Kendala utama bukan cuma harga jual, tapi juga modal pakan.
“Kosentrat aja sekarang Rp14.000 per kilo. Terus naik terus. Jangkrik dijual murah, pakan mahal. Ya rugi, banyak yang bangkrut,” kata Pak Lek Ri.
Para peternak juga menyebut sejak berjalannya program MBG, harga jangkrik ikut hancur. “Sejak MBG jalan, harga jangkrik hancur Mas. Pasar sepi, yang beli pakan burung juga berkurang,” keluh Pak Bowo.
Dulu ternak jangkrik jadi usaha sampingan yang lumayan di Mbingung. Sekarang kandang-kandang mulai kosong, warga beralih ke kerja lain.
Rls-@ Irwan Sholikin













