
Jayapura, Devisinews.com// Peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-79 tahun ini mengusung tema “Koperasi Berdaya, Indonesia Berjaya”. Di ujung timur Indonesia, tepatnya di Bumi Cenderawasih, semangat ini bukan sekadar slogan. Provinsi Papua dan khususnya wilayah Jayapura, tengah berada di garda terdepan dalam penguatan ekonomi kerakyatan melalui program strategis Koperasi Desa Merah Putih, Senin 20/7/2026
Program yang diinisiasi pemerintah pusat ini telah bergulir masif di Bumi Papua, dengan target pembentukan 999 Koperasi Merah Putih yang tersebar di seluruh kampung dan kelurahan se-Papua . Langkah ini menjadi fondasi penting dalam mewujudkan visi “Indonesia Berjaya” dari pinggiran, membangun ekonomi yang tangguh dan inklusif.
Koperasi sebagai Pusat Ekonomi Kampung
Di Provinsi Papua, Koperasi Merah Putih dirancang bukan hanya sebagai tempat simpan pinjam biasa, melainkan sebagai pusat penggerak ekonomi kampung yang terintegrasi . Gubernur Papua Matius D. Fakhiri menekankan bahwa koperasi ini akan membangun mata rantai ekonomi lokal secara utuh, mulai dari produksi hingga distribusi. Petani dan nelayan tidak perlu lagi menjual hasilnya ke pasar yang jauh, karena koperasi akan menampung, mengelola, dan bahkan memasarkannya hingga ke Bulog.
“Koperasi Merah Putih menjadi instrumen penting dalam percepatan peningkatan ekonomi masyarakat kampung,” ujar Fakhiri dalam pertemuan dengan Wakil Menteri Koperasi di Jakarta, beberapa waktu lalu.
Keberadaan koperasi di tingkat kampung ini juga terintegrasi dengan berbagai fasilitas. Di Kampung Holtekang, Distrik Muara Tami, Koperasi Merah Putih tidak hanya memiliki mini market yang menjual kebutuhan pokok, tetapi juga telah dilengkapi dengan klinik kesehatan dan apotek, serta menjadi agen layanan keuangan dan logistik seperti BRI Link dan Pos Indonesia.
Komitmen dan Kerja Nyata di Kabupaten Jayapura
Komitmen penguatan koperasi juga terlihat jelas di Kabupaten Jayapura. Pemerintah Kabupaten Jayapura mengalokasikan dana otonomi khusus (otsus) sebesar Rp2 miliar pada tahun ini untuk mendukung pemberdayaan koperasi dan UMKM. Sebanyak Rp1 miliar di antaranya difokuskan untuk pengembangan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).
Bupati Jayapura Yunus Wonda menyatakan bahwa kolaborasi lintas sektor sangat penting untuk menyukseskan program ini. “Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri,” tegasnya, seraya menargetkan pembangunan fisik koperasi di 139 kampung dan lima kelurahan di Kabupaten Jayapura dapat diselesaikan . Bahkan, Kabupaten Jayapura menjadi daerah dengan progres pembangunan fisik KDMP terbaik di Papua, dengan 5 dari 10 unit gedung yang telah berdiri .
Di tingkat Kota Jayapura, Wali Kota Abisai Rollo juga meluncurkan Koperasi Merah Putih di Kampung Koya Tengah, Distrik Muara Tami, sebagai langkah awal untuk memperkuat ekonomi masyarakat di wilayah perbatasan . Dukungan penuh diberikan mulai dari penyediaan lahan, pembentukan kepengurusan, hingga koordinasi anggaran dengan pemerintah pusat.
Harapan dan Tantangan ke Depan
Meski semangat dan komitmen sangat tinggi, menghidupkan koperasi di kampung-kampung Papua bukan tanpa tantangan. Akses geografis yang sulit, keterbatasan infrastruktur digital, dan kesiapan sumber daya manusia menjadi pekerjaan rumah bersama .
Namun, tema “Koperasi Berdaya, Indonesia Berjaya” hadir sebagai jawaban. Koperasi yang berdaya berarti kelembagaan yang sehat, profesional, inovatif, dan berkelanjutan, yang mampu meningkatkan kapasitas anggota dan pelaku UMKM melalui akses permodalan, pasar, dan teknologi . Pemerintah berharap gerakan ini menjadi bagian penting dalam mendukung visi Indonesia Emas 2045 melalui koperasi yang maju, mandiri, dan berdaya saing .
Dengan dimulainya tahap operasional Koperasi Merah Putih yang ditargetkan pada Agustus 2026, Jayapura dan Papua pada umumnya telah mengambil langkah nyata. Ini adalah upaya untuk menyalakan “lilin-lilin kecil di desa” seperti yang dicita-citakan oleh Bung Hatta, mewujudkan ekonomi yang adil dan makmur bagi seluruh rakyat Indonesia.








