Divisinews.com // Jayapura – Ratusan pemuda adat Port Numbay bersama masyarakat Kota Jayapura, Provinsi Papua, menggelar aksi damai di kawasan Lingkaran Abepura. Dalam aksi tersebut, mereka menyerukan penghentian segala bentuk kekerasan dan pembunuhan yang terjadi di seluruh Tanah Papua, Senin (3/82026).
Seruan itu disampaikan langsung oleh Sekretaris Pemuda Adat Port Numbay, John Merauje, di hadapan para peserta aksi. Dalam orasinya, ia menyampaikan sejumlah tuntutan yang ditujukan kepada pemerintah pusat, pemerintah daerah, lembaga negara, lembaga agama, hingga masyarakat sipil.
“Kami meminta hentikan kekerasan dan pembunuhan di seluruh Tanah Papua,” tegas Merauje di lokasi aksi.
Merauje menjelaskan, pihaknya mendesak pemerintah pusat dan daerah untuk lebih serius memperhatikan kesejahteraan masyarakat serta menciptakan suasana damai di Bumi Cenderawasih.
Selain itu, Pemuda Adat Port Numbay juga meminta lembaga swadaya masyarakat dan lembaga independen bekerja secara profesional dalam menangani berbagai insiden kekerasan yang terjadi.
Dalam pernyataan sikap yang diserahkan kepada Komnas HAM Perwakilan Papua, mereka juga mendesak Komnas HAM agar segera menyelesaikan berbagai persoalan kekerasan dan pembunuhan, serta mendorong lembaga-lembaga agama untuk turut memperhatikan keselamatan umat di Tanah Papua.
“Kami Pemuda Adat Tabi Kota Jayapura menyatakan dukungan kami terhadap aparat keamanan dan Komnas HAM dalam proses penyelesaian kasus kekerasan dan pembunuhan terhadap warga sipil Papua,” ujar Merauje.
Sementara itu, Kepala Komnas HAM RI Perwakilan Papua, Frits Ramandey, mengapresiasi langkah Pemuda Adat Port Numbay yang menyuarakan kepedulian terhadap persoalan kemanusiaan di Tanah Papua. Ia menekankan pentingnya perhatian semua pihak terhadap upaya penyelidikan dan penyelesaian kasus-kasus kemanusiaan.
“Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga kepentingan kemanusiaan serta memberikan perhatian terhadap masyarakat yang menjadi korban kekerasan,” kata Ramandey.
Menurut Ramandey, berbagai peristiwa kekerasan yang menyebabkan masyarakat menjadi korban, termasuk mereka yang ditembak atau dibunuh, harus menjadi perhatian bersama dan tidak boleh dibiarkan terulang.
Ia menilai pihak-pihak yang memiliki kewenangan, termasuk pemerintah dan aparat keamanan, bertanggung jawab memastikan masyarakat memperoleh perlindungan serta rasa aman.
“Kami berharap dan mendorong penghentian kekerasan, perlindungan masyarakat sipil, serta penyelesaian berbagai persoalan kemanusiaan di Tanah Papua secara damai,” ucapnya.
Aksi damai yang berlangsung tertib tersebut diakhiri dengan penyerahan pernyataan sikap Pemuda Adat Port Numbay kepada perwakilan Komnas HAM di lokasi kegiatan.








