Jakarta, Divisinews.com – Di balik tajamnya pena dan lensa kamera yang merekam setiap peristiwa, tersimpan perjuangan panjang seorang wartawan yang jarang diketahui publik. Mereka bekerja tanpa mengenal waktu, menerjang panas, hujan, bahkan berbagai risiko demi menghadirkan informasi yang akurat dan berimbang kepada masyarakat.
Wartawan hadir ketika rakyat membutuhkan suara. Mereka berdiri di garis depan saat ketidakadilan terjadi. Mereka menjadi jembatan informasi antara pemerintah dan masyarakat agar kebenaran tidak tenggelam oleh kebohongan 22/6/2026.
Namun ironisnya, di tengah pengabdian tersebut, masih banyak wartawan yang harus berjuang untuk mendapatkan hak-haknya sendiri. Tidak sedikit insan pers yang bekerja siang dan malam, mengorbankan waktu bersama keluarga, tenaga, pikiran, bahkan keselamatan, tetapi masih harus menghadapi berbagai bentuk ketidakpedulian ketika memperjuangkan hak yang seharusnya diterima.
Banyak pihak datang kepada wartawan saat membutuhkan publikasi dan pemberitaan. Namun ketika wartawan mempertanyakan hak atau penghargaan atas kerja profesional mereka, tidak jarang yang justru menghindar dan menutup mata.
Padahal peran wartawan sangat penting dalam pembangunan bangsa. Melalui media, program pemerintah dapat diketahui masyarakat. Melalui pemberitaan, berbagai prestasi dapat dikenal publik. Melalui kerja jurnalistik, suara rakyat dapat tersampaikan kepada para pemangku kebijakan.
Wartawan bukan pengemis. Wartawan adalah salah satu pilar demokrasi yang memiliki peran penting dalam menjaga keterbukaan informasi dan mengawal kepentingan masyarakat.
Sudah saatnya semua pihak memberikan penghormatan dan penghargaan yang layak kepada insan pers. Jangan hanya membutuhkan wartawan saat ingin diberitakan, tetapi lupakan mereka ketika menuntut hak yang menjadi kewajiban untuk dipenuhi.
Karena suara wartawan adalah suara rakyat. Dan pengabdian mereka untuk negeri ini merupakan bagian penting dalam menjaga demokrasi, keadilan, dan keterbukaan informasi.
Hidup Wartawan!











