Example 728x250
BeritaDaerah

Proyek Bernilai Rp51 Miliar di Batang Kembali Disorot: Mandek Diduga Upah Pekerja Belum Dibayarkan

257
×

Proyek Bernilai Rp51 Miliar di Batang Kembali Disorot: Mandek Diduga Upah Pekerja Belum Dibayarkan

Sebarkan artikel ini

Divisinews.com//BATANG – Proyek rehabilitasi saluran irigasi D.I. Kupang Krompeng yang mencakup wilayah Kabupaten Pekalongan dan Kabupaten Batang, Jawa Tengah, dengan nilai kontrak sebesar Rp51.427.300.000, kembali menuai sorotan tajam. Proyek ini terlihat terbengkalai berhari-hari tanpa ada aktivitas pekerjaan sama sekali di lapangan.

Proyek yang berada di aliran sungai dekat Jalan Rimat Bakti, area persawahan Desa Terban, Kecamatan Warungasem, Kabupaten Batang ini merupakan tugas Kementerian Pekerjaan Umum, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Balai Besar Wilayah Sungai Pemali Juana. Kontrak bernomor PB.02.02/Bbws7.10.1/2026/V/806 ditandatangani pada 5 Mei 2026 dengan target penyelesaian selama 233 hari kalender, dananya bersumber murni dari APBN Tahun Anggaran 2026. Pelaksana utamanya adalah PT. Minarta Dutahutama, dengan pengawasan dari konsorsium PT. Brahmaseta – Manggalakarya – Tata Guna Patria KSO.

Berdasarkan pantauan di lokasi, kondisi proyek terlihat terlantar. Tanah hasil galian menumpuk di tengah alur air, dinding saluran belum selesai diperkuat, serta tidak terlihat adanya alat berat maupun tenaga kerja yang bekerja. Warga sekitar menyebut para pekerja sudah berhenti bekerja karena pembayaran dana tidak kunjung cair.

“Para tenaga kerja ini sudah cukup lama belum menerima gaji. Karena tidak ada biaya untuk kebutuhan hidup dan operasional, mereka terpaksa menghentikan pekerjaan sampai ada kejelasan dari pihak kontraktor maupun pemilik proyek,” ungkap warga sekitar.

Sementara itu, pihak pelaksana PT. Minarta Dutahutama melalui perwakilannya, Majid, saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp menjelaskan bahwa urusan tenaga kerja sudah diserahkan kepada pihak subkontraktor, yaitu Karya Mandiri.

“Kami sudah berkali-kali menanyakan hal ini kepada mereka, kemungkinan mereka sedang mencari tenaga pengganti,” tulis Majid. Rabu, (26/8/2026)

Selain masalah keterlambatan pembayaran, proyek ini juga sempat menimbulkan masalah lain, yaitu kerusakan pipa milik PDAM yang terkena alat berat ekskavator, sehingga menyebabkan aliran air bersih ke warga terhenti total selama berhari-hari. Terkait hal itu, Majid meminta pengertian warga.

“Harap dapat dimaklumi, pekerja di lapangan tidak mengetahui persis di mana letak jalur pipa PDAM tersebut berada. Namun kemarin sudah diperbaiki, dan saya sendiri sudah bertemu dengan Bapak Ketua RT setempat,” tambahnya.

 

 

Rls- @(Zen)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *