Example 728x250
BeritaDaerah

SMA YPK Diaspora Kotaraja Rayakan 40 Tahun dan Launching Kelas Bilingual: Wujudkan Generasi Unggul Berwawasan Global

49
×

SMA YPK Diaspora Kotaraja Rayakan 40 Tahun dan Launching Kelas Bilingual: Wujudkan Generasi Unggul Berwawasan Global

Sebarkan artikel ini

Divisinews.com // Jayapura – Suasana syukur dan semangat transformasi pendidikan menyelimuti SMA YPK Diaspora Kota Raja, Jayapura, pada perayaan Hari Ulang Tahun sekolah yang ke-40 sekaligus peresmian program Kelas Bilingual, Jumat (31/7/2026).

Mengusung tema “Wujudkan Generasi Unggul, Berwawasan Global dan Percaya Diri Berbahasa”, kegiatan ini menjadi tonggak sejarah baru bagi Yayasan Pendidikan Kristen (YPK) di Tanah Papua dalam menghadirkan pendidikan bertaraf internasional.

Acara yang digelar di halaman sekolah tersebut diawali dengan ibadah syukur yang dipimpin oleh Wakil Sekretaris Sinode GKI Di Tanah Papua, Pdt. Handry W.D. Kakiay, sebagai bentuk ungkapan terima kasih atas penyertaan Tuhan selama empat dekade perjalanan sekolah ini dalam mencerdaskan anak bangsa.

Puncak acara semakin bermakna dengan peluncuran kelas bilingual yang menjadi embrio lahirnya sekolah berstandar internasional di bawah naungan Yayasan Pendidikan Kristen (YPK) di Tanah Papua.

Ketua Tim Pengembang Kelas Bilingual Paulus Gandeguai, S.Pd., MM, dalam laporannya, mengungkapkan bahwa kelas bilingual ini adalah embrio menuju sekolah berstandar global. Mimpi besar ini berawal dari diskusi dengan Ketua Sinode GKI dan jajaran Badan Pengurus YPK yang menginginkan adanya international school di bawah naungan GKI Tanah Papua.

“Kami memulai dengan benchmarking dan networking ke mitra sinode Pelita Harapan dan Penabur Jakarta, melakukan adopsi dan adaptasi program. Sekembalinya, kami susun rencana aksi, mulai dari peningkatan kapasitas guru lewat workshop, penyusunan modul ajar bilingual untuk sembilan mata pelajaran, hingga peer teaching dan micro teaching,” jelasnya.

Ia menambahkan, untuk mematangkan kemampuan, para guru bahkan dikursuskan selama empat bulan guna mengasah empat keterampilan berbahasa: listening, reading, speaking, dan writing.

“Kelas bilingual ini adalah sebuah embrio menuju sekolah global yang diatur dalam Permendikbud. Ke depan, sekolah ini akan menyelenggarakan kurikulum Cambridge secara penuh, agar anak-anak asal Papua memiliki daya saing global menghadapi era disrupsi. Terima kasih kepada Pemerintah Kota Jayapura, karena seluruh kegiatan ini didanai oleh Hibah Kota Jayapura 2025,” tegasnya.

Sementara itu, Staf Ahli Bidang Pemerintahan yang mewakili Wali Kota Jayapura Dr. Robert Johan Betaubun, S.Pd, MM, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas komitmen sekolah menghadirkan pendidikan yang adaptif terhadap perubahan zaman.

“Pemerintah Kota Jayapura memberikan apresiasi atas komitmen sekolah dalam menghadirkan pendidikan yang adaptif terhadap perubahan zaman melalui peluncuran kelas bilingual. Program ini diharapkan mampu meningkatkan kemampuan peserta didik dalam menguasai bahasa internasional sehingga memiliki daya saing di tingkat nasional maupun internasional,” ungkapnya membacakan sambutan Wali Kota.

Ia menekankan bahwa program ini sejalan dengan visi Pemerintah Kota Jayapura, yakni terwujudnya Kota Jayapura sebagai kota jasa, berbudaya, religius, maju, mandiri, dan sejahtera menuju Jayapura Emas. Visi tersebut hanya dapat diwujudkan dengan menyiapkan sumber daya manusia yang unggul, berkarakter, serta menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi.

Sementara itu, Ketua Sinode GKI di Tanah Papua Pdt. Andrikus Mofu dalam sambutannya memberikan pesan khusus kepada jajaran pengurus YPK yang baru. Ia mengingatkan pentingnya bergerak cepat dan tidak menunda waktu dalam mengembangkan program-program unggulan.

“Jangan tunggu-tunggu lagi, jangan buang-buang waktu lagi. Segera dan cepat bertindak, bekerja supaya kita melihat karya-karya Tuhan yang besar yang telah Tuhan sediakan dan tentu Tuhan berkati melalui lembaga pendidikan ini,” pesannya.

Ia juga menegaskan bahwa program kelas bilingual tidak hanya berhenti di SMA YPK Diaspora, tetapi harus dikembangkan di klaster-klaster persekolahan lain, seperti di SMA YPK Ebenezer Ridge, Papua Barat, dan wilayah lainnya. “Harus ada fokus untuk beberapa hal yang kita kerjakan,” tambahnya.

Mengutip lima pesan dari pemikir perubahan John Stott, Ketua Sinode mengingatkan perlunya memiliki mimpi, bekerja keras, fokus, konsisten, dan disiplin—termasuk disiplin berjumpa dengan Tuhan. “Pendidikan kita ini adalah pendidikan yang dinaungi oleh gereja dan landasannya ialah firman Tuhan. Milikilah visi dan mimpi itu dan bekerja dengan keras untuk menggapainya,” tandasnya.

Di sela-sela sambutannya, Ketua Sinode juga memberikan kejutan dengan menggalang dukungan dana bagi siswa-siswi SMA YPK Diaspora yang akan mengikuti lomba paduan suara tingkat internasional. Dengan sigap, ia mengumpulkan komitmen dana dari berbagai pihak, mulai dari Sinode GKI, YPK, jajaran klasis, hingga para pejabat yang hadir, untuk memenuhi kekurangan biaya keberangkatan sekitar Rp200 juta.

“Besok setor, jangan tunda,” ujarnya disambut tepuk tangan hadirin.

Rangkaian acara kemudian mencapai puncaknya dengan prosesi pengguntingan pita oleh Ketua Sinode GKI di Tanah Papua, menandai peresmian Kelas Bilingual.

Acara dilanjutkan dengan demonstrasi mengajar oleh guru menggunakan bahasa Inggris di hadapan para siswa, memperlihatkan kesiapan tenaga pengajar dalam mengimplementasikan program baru ini. Penandatanganan berita acara serah terima kunci Kelas Bilingual serta sesi foto bersama menutup perayaan bersejarah ini.

Dengan diluncurkannya Kelas Bilingual, SMA YPK Diaspora Kotaraja menegaskan komitmennya untuk terus bertransformasi, membangun pendidikan unggul dan berkarakter, serta mempersiapkan generasi muda Papua yang percaya diri berkompetisi di kancah global tanpa meninggalkan jati diri, iman, dan budaya.

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *