Mamuju — Plt Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar), Suharnani K, membuka secara resmi kegiatan Pembentukan Masyarakat Peduli Api (MPA) dan Pelatihan Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) bagi petugas lapangan dan personel BBKSDA, yang dilaksanakan di Grand Maleo Hotel and Convention Mamuju oleh Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan.
Berlangsung dari tanggal 27 Februari hingga 1 Maret 2026, kegiatan diikuti oleh masyarakat dan pemuda dari desa-desa penyanggah Taman Nasional Gandang Dewata yang berada di Kecamatan Kalumpang.
Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) dalam upaya pencegahan dan pengendalian kebakaran hutan dan lahan di wilayah Sulawesi Barat, khususnya menghadapi potensi musim kemarau yang rawan terjadinya karhutla. Langkah ini sejalan dengan misi Gubernur Sulbar Suhardi Duka dan Wakil Gubernur Salim S. Mengga, dalam membangun SDM yang unggul dan berkarakter.
Dalam sambutannya, Sekretaris DLHK Sulbar, Suharnani K, menegaskan bahwa upaya pengendalian kebakaran harus lebih mengedepankan langkah-langkah preventif dibandingkan tindakan pemadaman setelah kebakaran terjadi.
“Kita harus mengubah pola pikir. Pengendalian dan pencegahan harus menjadi prioritas utama. Jangan menunggu api membesar baru kita bergerak. Upaya preventif jauh lebih efektif, efisien, dan meminimalkan dampak kerusakan lingkungan,” tegasnya.
Ia mengajak seluruh peserta, baik petugas lapangan maupun unsur BBKSDA, untuk memperkuat sinergi, koordinasi, serta meningkatkan kewaspadaan di tingkat tapak melalui deteksi dini dan patroli rutin di wilayah rawan kebakaran.
Selain membuka kegiatan, Sekretaris DLHK Sulbar juga bertindak sebagai moderator dalam sesi diskusi dan pemaparan materi, guna memastikan terbangunnya dialog yang konstruktif dan berbasis solusi antara narasumber dan peserta.
Dalam kesempatan tersebut disampaikan pula beberapa poin penting terkait peranan strategis Masyarakat Peduli Api (MPA), antara lain:
1. Melakukan deteksi dini dan pelaporan cepat apabila ditemukan titik api atau potensi kebakaran.
2. Melaksanakan patroli rutin di wilayah rawan kebakaran, khususnya pada musim kemarau.
3. Melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat tentang bahaya serta dampak kebakaran hutan dan lahan.
4. Mendorong pembukaan lahan tanpa pembakaran, serta membangun kesadaran kolektif untuk menjaga kelestarian hutan.
5. Membantu upaya pemadaman dini sebelum api meluas, dengan tetap memperhatikan standar keselamatan kerja.
Dengan terbentuknya MPA yang terlatih dan solid, diharapkan upaya pengendalian karhutla di Sulbar dapat berjalan lebih optimal, sehingga kerusakan lingkungan, gangguan kesehatan akibat asap, serta kerugian ekonomi dapat ditekan seminimal mungkin.
Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen bersama antara DLHK Sulbar dan Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan dalam mendukung pengelolaan hutan yang berkelanjutan serta mewujudkan Sulbar yang tangguh terhadap bencana kebakaran hutan dan lahan. (Rls)














