Example 728x250
Berita

Aksi Sejumlah Jajaran ORMAS (GEMPAR) di Halaman Dinkes Lebak, Tuntut Mundur KAPUS Maja, Yang Diduga Lalai Dalam Pelayanan Medis.

97
×

Aksi Sejumlah Jajaran ORMAS (GEMPAR) di Halaman Dinkes Lebak, Tuntut Mundur KAPUS Maja, Yang Diduga Lalai Dalam Pelayanan Medis.

Sebarkan artikel ini

 

 

 

Divisinews.Com.LEBAK-Organisasi masyarakat (ORMAS) Gerakan Masyarakat Peduli Rakyat (GEMPAR) DPC Kabupaten Lebak menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lebak, Dalam aksi tersebut, massa mendesak agar Kepala Puskesmas Maja dicopot dari jabatannya menyusul polemik pelayanan kesehatan yang menjadi sorotan publik, lantaran dinilai tidak maksimal dalam pelayanan medis terhadap masyarakat. (15/07/2026).

Belasan jajaran Ormas GEMPAR yang menyampaikan sejumlah tuntutan, salahsatunya meminta pihak (DINKES) Lebak melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelayanan di Puskesmas Maja, memberikan sanksi tegas jika ditemukan duga’an pelanggaran. Lebih tegasnya, massa meminta agar mencopot Kepala Puskesmas Maja dari jabatannya, karena dinilai sudah tidak maksimal dalam pelayanan kesehatan karena banyaknya keluhan dari masyarakat.

 

H. Suryadi, Ketua Ormas GEMPAR DPC Lebak, mengatakan aksi tersebut merupakan bentuk kepedulian masyarakat terhadap pelayanan kesehatan. Menurutnya, evaluasi harus dilakukan secara menyeluruh agar pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan secara profesional, transparan, dan menunjukan raut humanis layaknya pelayan masyarakat.

Dalam forum audiensi usai aksi, ditanggapi Sekretaris Dinas (SEKDIS) Kesehatan Kabupaten Lebak, Endang Komarudin, dirinya menyampaikan bahwa pihaknya akan menindaklanjuti masukan dan aspirasi yang disampaikan oleh massa aksi sesuai kewenangannya dengan mekanisme yang berlaku.

(SEKDIS) juga mengapresiasi masyarakat dan Ormas GEMPAR yang telah menyampaikan aspirasi secara tertib sebagai bentuk partisipasi serta peduli dalam mengawasi pelayanan publik di bidang kesehatan khususnya di Puskesmas Kec, Maja.

Adapun terkait penanganan persalinan bayi sungsang yang diduga meninggal, Endang menjelaskan bahwa berdasarkan hasil evaluasi internal, tindakan yang dilakukan oleh tenaga kesehatan Puskesmas Maja telah sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP).

Sementara itu, mengenai pemberian uang sebesar Rp40 juta kepada pihak keluarga korban, Endang menegaskan bahwa bantuan tersebut bukan merupakan bentuk pengakuan adanya kesalahan, melainkan sebagai wujud kepedulian dan rasa duka cita dari pihak Puskesmas Maja kepada keluarga korban.

Meski telah menerima penjelasan dari Dinas Kesehatan, massa aksi mengaku tidak puas. GEMPAR menegaskan akan melanjutkan perjuangannya dengan menggelar aksi lanjutan di Kantor Pemerintah Kabupaten Lebak guna menyampaikan tuntutan secara langsung kepada Bupati Lebak.

Dan kami berharap, pada aksi lanjutan nanti, pihak Pemerintah Daerah Lebak harus mendengarkan dan memenuhi apa yang menjadi tuntutan kami, karena apapun itu, kami yang merasakan dan mengetahui bagaimana buruknya pelayanan puskesmas Maja terhadap masyarakat.

(Aris Rj)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *