Divisinews.com//Lebak – Intensitas curah hujan yang sangat tinggi disertai angin kencang yang melanda wilayah Kecamatan Cilograng, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, pada dini hari, mengakibatkan kerusakan parah berupa ambruknya bangunan tempat tinggal warga. Peristiwa alam tersebut terjadi sekitar pukul 02.00 WIB di wilayah Kampung Nangewer, RT 001/RW 002, Desa Cijengkol, Kecamatan Cilograng.
Berdasarkan laporan resmi yang disampaikan oleh Upang Suparta Wijaya, selaku Kepala Urusan Umum (Kaur Umum) Desa Cijengkol yang bertindak mewakili Kepala Desa Cijengkol, peninjauan langsung ke lokasi kejadian dilakukan bersama unsur keamanan. Ia didampingi oleh Babinsa Serka Suhenda serta petugas Pertahanan Sipil (Linmas) setempat guna memantau kondisi lapangan, mengamankan lokasi, dan membantu proses pendataan dampak bencana.
Menurut keterangan yang dihimpun, keruntuhan bangunan dipicu oleh tekanan angin yang kuat serta beban air hujan yang terus-menerus menerpa struktur bangunan dalam waktu cukup lama. Hal ini menyebabkan daya tahan bangunan berkurang drastis hingga akhirnya roboh dan tidak lagi layak dihuni.
Dari tiga unit rumah yang mengalami kerusakan berat dan ambruk, salah satunya adalah milik Nurhasanah (39 tahun), warga setempat. Dua unit rumah lainnya juga mengalami nasib serupa, namun identitas pemiliknya masih dalam proses pendataan lebih lanjut.
Berikut adalah rincian kerusakan dan dampak kejadian sebagaimana tercantum dalam laporan sementara pemerintah desa:
1. Satu unit bangunan rumah hunian milik Nurhasanah (39 tahun) mengalami keruntuhan struktur secara total;
2. Dua unit bangunan rumah warga lainnya juga mengalami kerusakan parah hingga ambruk akibat dampak cuaca yang sama;
3. Tidak ditemukan adanya korban jiwa maupun korban luka-luka dalam peristiwa ini, di mana seluruh penghuni sempat menyelamatkan diri sebelum bangunan runtuh;
4. Nilai kerugian materiil akibat kejadian ini belum dapat ditaksir secara pasti, mengingat tim teknis masih melakukan inventarisasi dan penghitungan kerusakan secara rinci di lokasi.
Pemerintahan Desa Cijengkol bersama unsur Babinsa dan Linmas telah melakukan langkah penanganan awal, antara lain mengamankan sisa bangunan, mengevakuasi barang berharga milik warga, serta memasang rambu peringatan bahaya di sekitar lokasi guna mencegah risiko kecelakaan atau longsor susulan. Laporan lengkap kejadian ini akan segera disampaikan ke Pemerintah Kecamatan Cilograng dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk mendapatkan perhatian dan penanganan lebih lanjut.
“Demikian laporan sementara yang dapat kami sampaikan. Atas perhatian dan kerjasamanya, kami haturkan terima kasih,” ujar Upang Suparta Wijaya dalam keterangan resminya.
Saat ini, pemerintah desa tetap mengimbau seluruh masyarakat, khususnya yang bertempat tinggal di wilayah rawan atau memiliki bangunan dengan kondisi kurang kokoh, untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan. Hal ini dikarenakan prediksi cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi dalam beberapa hari ke depan, sehingga diharapkan warga segera melaporkan kondisi bangunan yang tidak aman kepada perangkat desa setempat.
RIKI












