Example 728x250
BeritaDaerah

Kolaborasi Legislatif & Akademis: Fungsi Pengawalan Pembangunan Rendah Karbon Majalengka Diperkuat

21
×

Kolaborasi Legislatif & Akademis: Fungsi Pengawalan Pembangunan Rendah Karbon Majalengka Diperkuat

Sebarkan artikel ini

MAJALENGKA, 1 November 2026 — DIVISI NEWS — Pentingnya peran legislatif dalam mengawal arah pembangunan yang ramah lingkungan semakin dipertegas. Dalam rangka Dies Natalis ke-31 Unit Kegiatan Mahasiswa AKAMPA Universitas Majalengka, digelar dialog strategis yang mempertemukan unsur legislatif, akademisi, dan mahasiswa untuk memperkuat komitmen bersama mewujudkan Kabupaten Majalengka Rendah Karbon.

Pembangunan Rendah Karbon: Kebutuhan, Bukan Sekadar Wacana

Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Majalengka, H. Iing Misbahuddin, S.M., S.H. yang hadir mewakili Fraksi PKS, menegaskan bahwa pembangunan rendah karbon bukan sekadar gagasan lingkungan semata, melainkan kebutuhan mendesak yang harus menjadi arah utama kebijakan daerah. Keseimbangan antara pembangunan infrastruktur, pertumbuhan ekonomi, dan kelestarian lingkungan adalah kunci agar kemajuan yang diraih hari ini tidak mengorbankan masa depan generasi mendatang.

“Pembangunan yang sejati adalah pembangunan yang menjaga keseimbangan. Majalengka yang maju bukan berarti harus mengorbankan alam. Justru dengan menjaga lingkungan, pembangunan kita akan lebih berkelanjutan dan memberi manfaat jangka panjang bagi seluruh masyarakat.” — H. Iing Misbahuddin

Kampus Sebagai Motor Penggerak Perubahan

Melalui momentum peringatan Dies Natalis ke-31 UKM AKAMPA Universitas Majalengka, diharapkan kampus senantiasa menjadi pusat penggerak kesadaran lingkungan — baik di lingkungan akademis maupun di tengah masyarakat luas. Sinergi antara lembaga legislatif dan dunia pendidikan menjadi jembatan penting agar gagasan hijau tidak berhenti di diskusi, melainkan lahir menjadi kebijakan yang nyata dan tindakan yang terukur.

“Kekuatan perubahan lahir ketika gagasan bertemu kebijakan, dan kebijakan bertemu aksi nyata. Majalengka hijau, bersih, dan berkelanjutan adalah tanggung jawab kita bersama — pemerintah, akademisi, dan seluruh elemen masyarakat.”

 Reporter: Asep Iskandar
Redaksi : Divisi News

Editor: Saldi Syarif
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *