Divisinews.com//Makassar, 2026 — Kabar menggembirakan datang dari dunia akademik dan pengabdian masyarakat. Tim riset Makassar Cancer Care Community (MC3) berhasil meraih lima hibah dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) tahun 2026. Capaian ini terdiri atas tiga hibah penelitian fundamental dan dua hibah Pengabdian kepada Masyarakat (PKM).
Keberhasilan ini menegaskan komitmen MC3 dalam mengembangkan riset yang tidak hanya kuat secara akademik, tetapi juga berdampak langsung bagi masyarakat, khususnya di wilayah pesisir dan sektor kesehatan.
Pada skema PKM, dua program yang lolos pendanaan adalah:
“Penguatan Peran Perempuan Pesisir melalui Usaha Abon Ikan Tuna Berbasis Kesehatan dan Pemberdayaan Sosial”, dipimpin oleh Prof. Dr. Nurlina Subair, M.Si dan Dr Risma Harus, S.Si,,MSi. Program ini bertujuan meningkatkan kemandirian ekonomi perempuan pesisir melalui pengolahan pangan sehat berbasis potensi lokal.
“PKM Posyandu Lansia Sehat melalui Pelayanan Responsif”, diketuai oleh Badriani Badawi, S.ST., M.Kes. Program ini berfokus pada peningkatan kualitas layanan kesehatan lansia melalui pendekatan yang lebih adaptif dan berorientasi kebutuhan.
Sementara itu, pada skema penelitian fundamental, tiga judul yang berhasil lolos meliputi:
Model Kausal Literasi Keuangan Digital dan Pemasaran Digital dalam Meningkatkan Ekonomi Hijau UMKM Pesisir, oleh Andi Hafidah, S.P., M.M.
Intervensi Sosiokultural dalam Meredam Konflik Sosial untuk Mencegah Stunting di Wilayah Pesisir, oleh Dr. Syahban Nur, S.Pd., M.Pd.
Peningkatan Literasi Kesehatan melalui SMART Modul Deteksi Dini Kanker Payudara pada Remaja, oleh Irma, S.Farm., M.Kes.
Ketiga penelitian ini mengangkat isu-isu strategis yang relevan dengan kebutuhan masyarakat saat ini, mulai dari transformasi digital UMKM, pencegahan stunting berbasis sosial budaya, hingga edukasi kesehatan remaja.
Perolehan lima hibah ini menjadi bukti bahwa sinergi antara riset dan pengabdian dapat menghasilkan solusi nyata bagi masyarakat. MC3 Makassar diharapkan terus memperluas kontribusinya dalam pengembangan ilmu pengetahuan sekaligus pemberdayaan komunitas.
Dengan capaian ini, MC3 tidak hanya menegaskan eksistensinya sebagai komunitas riset, tetapi juga sebagai motor penggerak perubahan sosial berbasis ilmu pengetahuan di Indonesia Timur.












