Divisinewa.com//Takalar – Suasana meriah dan penuh makna budaya menyelimuti Desa Tabaringang, Bontolebang,Kecamatan Galesong Utara, Kabupaten Takalar, saat digelarnya Pesta Panen Appadekko Tabaringan Tahun 2026. Acara yang menjadi tradisi turun-temurun masyarakat setempat ini berlangsung dari pagi hingga tengah malam di tiga lokasi berbeda, dan dihadiri oleh berbagai organisasi masyarakat, komunitas budaya, para pemangku adat, tokoh kerajaan, hingga pejabat pemerintahan.
Kegiatan ini merupakan wujud ungkapan rasa syukur masyarakat atas hasil panen yang melimpah, sekaligus upaya menjaga dan melestarikan nilai-nilai warisan leluhur suku Makassar,khusunya di tabaringan. Di atas panggung utama yang dihiasi spanduk bertuliskan “Selamat Datang di Tabaringan”, terlihat kebersamaan dan kekompakan para peserta yang mengenakan pakaian adat khas, lengkap dengan atribut yang mencerminkan identitas masing-masing kelompok.
Hadir memeriahkan dan mendukung kegiatan ini sejumlah organisasi masyarakat dan komunitas budaya, antara lain: Badan Seni Budaya Kawaru LKGH (DPP), Lembaga Monta Bassi Celebes (DPP), Laskar 99 Bawakaraeng, Kontu Tojeng Community, Lembaga Monta Bassi Celebes DPD Gowa, Lembaga Monta Bassi Celebes DPK Makassar, Devisi Seni Budaya Kiwal, Badan Seni Budaya Kawaru LKGH DPD Takalar, Badan Seni Budaya Kawaru DPK Makassar, Devisi Seni Budaya Mabes Kiwal Garuda Hitam, Lembaga Pakarena Pusaka Leluhur Nusantara, Persaudaraan Monta Bassi, serta Laskar Celebes Indonesia.
Kehadiran para pemangku adat dan tokoh kerajaan menjadi nilai tambah tersendiri dalam acara ini. Di antaranya Putra Mahkota Patimatarang Kerajaan Gowa, Karaeng Labakkang, Gallarang Batesalapang, Androng Guru Moncobalang, Punggawa Kunjungmae, Aliansi Jojo’Batara, dan Timungan Lompoa Ritallo. Kehadiran mereka menegaskan bahwa tradisi Appadekko bukan sekadar perayaan, melainkan bagian dari tatanan kehidupan sosial dan budaya yang masih dijaga erat hingga kini.
Tak hanya itu, perwakilan pemerintah juga turut hadir, antara unsur pemerintah setempat, Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Takalar, serta awak Media Hati Damai yang turut mendokumentasikan dan menyebarluaskan momen berharga ini ke masyarakat luas.
Dalam sambutannya, H.Hasis Sijaya sebagai ketua panitia menyampaikan bahwa pesta panen ini adalah wadah persatuan antarwarga dan antarberbagai elemen masyarakat. “Melalui Appadekko, kita tidak hanya bersyukur atas rezeki alam, tapi juga mempererat tali persaudaraan, menjaga warisan budaya agar tidak hilang ditelan zaman, dan mengajarkan generasi muda untuk mencintai identitas bangsanya,” ujarnya.
Berbagai pertunjukan seni dan budaya ditampilkan sepanjang acara, mulai dari tarian tradisional, nyanyian rakyat, Pepe’Pepeka ri Makka, Pamanca yang langsung di mainkan oleh ketua Kontu Tojeng Community yaitu Abdhy Dg Maleo dan Anggotanya,Dan pertunjukkan Debus.
Interaksi hangat antarpara tamu undangan dan warga setempat terlihat jelas, menciptakan suasana damai, gembira, dan penuh kekeluargaan.
Pesta Panen Appadekko Tabaringan 2026 di Desa Sampulungang ini sukses dilaksanakan, meninggalkan kesan mendalam bagi semua yang hadir. Acara ini membuktikan bahwa kekayaan budaya Sulawesi Selatan tetap hidup, berkembang, dan dijaga bersama oleh masyarakat, organisasi budaya, serta pemerintah demi keberlangsungan nilai-nilai luhur warisan leluhur.
Jurnalis : Deviana.
Editor : Hasan.














