Example 728x250
BeritaDaerah

Pemprov Papua dan EcoNusa Petakan 47 Kelompok Perhutanan Sosial

90
×

Pemprov Papua dan EcoNusa Petakan 47 Kelompok Perhutanan Sosial

Sebarkan artikel ini

Pelatihan GPS dan GIS Dorong Data Spasial Akurat untuk Kebijakan Berbasis Potensi Lokal

Divisinews.com // JAYAPURA – Pemerintah Provinsi Papua melalui Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup (DKLH) Papua berkolaborasi dengan Yayasan EcoNusa memetakan wilayah perhutanan sosial dengan menggunakan teknologi Global Positioning System (GPS) dan Geographic Information System (GIS) atau Sistem Informasi Geografis. Pemetaan itu menyasar sekitar 47 kelompok perhutanan sosial di Papua.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala DKLH Papua Yaconias Maitindom mengatakan, pemetaan sangat penting untuk memperoleh data yang akurat mengenai lokasi, aktivitas, serta potensi komoditas yang dikelola kelompok-kelompok perhutanan sosial di Papua.

“Pelatihan ini menjadi penting karena kita punya kurang lebih 47 kelompok perhutanan sosial di Papua yang perlu kita pastikan keberadaannya, aktivitasnya, dan potensinya. Karena itu, pemetaan wajib dilakukan,” kata Yaconias kepada wartawan di Jayapura, Selasa (27/10/2026).

Menurut Yaconias, dukungan EcoNusa dinilai sangat membantu peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) di lingkup dinas maupun para pendamping perhutanan sosial. Ia menegaskan, penguatan kapasitas itu menjadi bekal agar kerja-kerja pemetaan ke depan dapat berjalan baik dan menghasilkan data yang akurat.

“EcoNusa membantu kami memastikan SDM di dinas memiliki kapasitas yang memadai sehingga kerja-kerja pemetaan ke depan dapat dilakukan dengan baik dan menghasilkan data yang akurat,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Kantor EcoNusa Wilayah Papua Mario Saputra Sanudin menegaskan komitmen lembaganya untuk mendukung program-program pemerintah, khususnya percepatan perhutanan sosial di Papua. Dukungan itu dilakukan bersama Kementerian Kehutanan melalui Balai Perhutanan Sosial Manokwari.

“Fungsi kami adalah mendukung semua kegiatan pemerintah. Saat ini kami memberikan dukungan penuh terhadap pelatihan GPS dan KJS (Katalog Jaringan Spasial) bagi rekan-rekan di DKLH Papua dan Balai Perhutanan Sosial,” kata Mario.

Mario menjelaskan, ketersediaan data spasial yang akurat menjadi fondasi utama dalam pengambilan kebijakan pembangunan. Menurutnya, data paling dasar adalah mengetahui posisi suatu wilayah, dan informasi itu diperoleh melalui pemetaan. Karena itu, SDM yang memiliki keahlian khusus dalam mendigitalisasi peta-peta di Papua menjadi kebutuhan penting.

“Data yang paling dasar adalah kita harus tahu posisi kita berada di mana, dan itu didapat lewat pemetaan. Bagaimana itu bisa dicapai jika tidak ada SDM yang punya keahlian khusus mendigitalisasi peta-peta di Papua?” jelasnya.

Mario berharap, melalui pemetaan yang presisi, potensi yang tersimpan di dalam kawasan perhutanan sosial dapat teridentifikasi secara jelas. Dengan begitu, langkah pengembangan dapat dirumuskan secara tepat sasaran guna menggerakkan perekonomian masyarakat lokal di tingkat bawah.

“Dengan pemetaan ini, kita bisa tahu potensi apa yang ada di dalamnya, dan Dinas dapat menentukan apa yang harus dikembangkan ke depan agar ekonomi kerakyatan di tingkat bawah dapat berjalan sesuai harapan,” katanya.

Pelatihan GPS dan KJS yang menyasar personel DKLH Papua dan Balai Perhutanan Sosial itu diharapkan tidak hanya menghasilkan data spasial yang akurat, tetapi juga memperkuat kapasitas SDM dalam mendukung percepatan perhutanan sosial di Papua.

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *