Example 728x250
Berita
23
×

Sebarkan artikel ini

Jakarta,Divisinews.com – Insiden tabrakan antara KRL Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur menghadirkan momen “ngeri sedap” yang
mengguncang para penumpang dan warga sekitar. Peristiwa yang terjadi pada Senin malam itu menyebabkan korban jiwa serta puluhan orang luka-luka.

Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero), Bobby Rasyidin, mengungkapkan bahwa hingga Selasa dini hari masih terdapat sekitar enam hingga tujuh penumpang yang terjebak di dalam gerbong KRL.
“Korban yang masih terjepit berada di dalam rangkaian KRL, sehingga proses evakuasi membutuhkan alat berat dan pemotongan badan gerbong,” ujar Bobby dalam keterangannya.
Proses evakuasi berlangsung dramatis. Petugas harus memotong sebagian rangkaian KA Argo Bromo Anggrek dan menarik beberapa gerbong guna membuka akses penyelamatan. Upaya ini dilakukan dengan sangat hati-hati untuk menghindari risiko tambahan bagi korban yang masih terperangkap.
Akibat kejadian ini, operasional di Stasiun Bekasi Timur untuk sementara waktu ditutup. Layanan KRL pun mengalami penyesuaian rute dan hanya beroperasi hingga Stasiun Bekasi.

Baca Juga  Polda Sulsel Ungkap Kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang dan Perlindungan Pekerja Migran

Data sementara mencatat tujuh orang meninggal dunia dan 79 lainnya mengalami luka ringan. Gerbong yang mengalami kerusakan paling parah dilaporkan merupakan gerbong khusus wanita yang berada di bagian belakang rangkaian KRL.

Peristiwa ini menjadi pengingat serius akan pentingnya keselamatan dalam transportasi publik, sekaligus menyisakan duka mendalam bagi para korban dan keluarga yang terdampak.

Baca Juga  Satgas TMMD ke-124 Kodim 0607/Kota Sukabumi Percepat Pengecatan Bak Penampungan Air Bersih

Penulis: Achmadsugiyanto

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *