Ruteng, NTT // divisi ews.com – KSP Kopdit Mawar Moe Ruteng menggelar Rapat Anggota Tahunan (RAT) ke-27 Tahun Buku 2025 di Aula Asumta, Ruteng, Sabtu (21/3/2026).
Mengusung tema “Mawar Moe Berdampak, Anggota Berdaya”, koperasi ini mencatatkan Sisa Hasil Usaha (SHU) sebesar Rp1,2 miliar sebagai indikator kinerja yang sehat dan berkelanjutan.
Kegiatan RAT menjadi wujud pertanggungjawaban pengurus kepada anggota sekaligus forum evaluasi tahunan yang disampaikan secara transparan, menegaskan komitmen terhadap prinsip akuntabilitas.
Acara diawali dengan aksi sosial berupa pemeriksaan kesehatan gratis sebagai bentuk kepedulian koperasi Mawar Moe terhadap masyarakat sekitar terutama bagi anggota koperasi.

Hadir dalam kegiatan ini Sekretaris Daerah Kabupaten Manggarai Lambertus Paput, jajaran Dinas Koperasi, perwakilan BUMN, pengurus koperasi, serta ribuan anggota.
Pengeresmian kegiatan dibuka oleh Sekda Manggarai dan dalam sambutannya, Sekda menyebut Mawar Moe sebagai salah satu koperasi unggulan yang berperan penting dalam mendorong ekonomi kerakyatan di Manggarai.
“Pemerintah daerah mengapresiasi, Koperasi ini merupakan salah satu koperasi primadona Manggarai raya dan dari penilaian dinyatakan sehat,” ungkap Sekda Lambertus
Pembukaan RAT ditandai dengan pemukulan gong oleh Sekda. Seluruh laporan pengurus dan badan pemeriksa diterima anggota setelah melalui pemaparan dan diskusi terbuka.
Selain sebagai forum laporan, RAT juga menjadi momentum refleksi perjalanan 27 tahun koperasi dalam memperkuat peran sebagai penggerak ekonomi masyarakat.
SHU sebesar Rp1,2 miliar akan dibagikan kepada anggota sesuai porsi simpanan dan partisipasi, memberikan manfaat langsung sekaligus mendorong semangat kebersamaan.
Ke depan, program kerja 2026 difokuskan pada pemberdayaan anggota melalui akses permodalan, pelatihan usaha mikro, dan dukungan pendidikan anak anggota.
Langkah ini mempertegas komitmen Mawar Moe untuk tidak hanya tumbuh secara finansial, tetapi juga memberi dampak nyata bagi kesejahteraan anggota.

Manajemen koperasi mengakui masih terdapat tantangan, terutama dalam menjaga keberlanjutan usaha, meningkatkan partisipasi anggota, serta memperluas dampak sosial.
Manajer KSP Kopdit Mawar Moe. Debi Samur menerangkan, dalam pelaksanaan tugas, manajemen koperasi tidak terlepas dari beberapa tantangan.
” Dalam perjalanannya, Koperasi Mawar Moe tentunya tidak terlepas dari tantangan. Keberadaan koperasi lain, dan hadirnya koperasi pemerintah akan menjadi tantangan kedepan,” Ungkap Dewi.
Ia juga menyebutkan, strategi internal akan dipikirkan demi keberlanjutan kegiatan koperasi Mawar Moe
“Dengan kinerja positif dan dukungan anggota, Mawar Moe optimistis terus berkembang sebagai koperasi yang sehat, kuat, dan berdampak,” Pungkas Dewi.
Penulis : J.Robert














