
Muara Enim, 14 April 2026 — Lembaga Aliansi DPC Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan, menyoroti dampak masif aktivitas pertambangan batubara yang dinilai menjadi salah satu faktor meningkatnya risiko banjir di wilayah tersebut.
Dalam keterangannya, perwakilan aliansi menyampaikan bahwa banyaknya aktivitas tambang telah menyebabkan kerusakan lingkungan yang signifikan, terutama di kawasan hulu.
“Maraknya tambang batubara di Kabupaten Muara Enim berdampak serius terhadap lingkungan.
Penggundulan hutan, sedimentasi sungai, serta lubang bekas tambang yang tidak direklamasi menjadi pemicu utama meningkatnya potensi banjir,” ujar perwakilan

Aliansi DPC Muara Enim.
Mereka menegaskan bahwa kondisi ini membuat sejumlah wilayah di Muara Enim semakin rentan terhadap banjir, khususnya saat curah hujan tinggi.
Selain itu, aliansi juga menyoroti lemahnya pengawasan serta minimnya upaya pemulihan lingkungan pasca tambang yang dinilai belum maksimal dilakukan oleh pihak terkait.
Aliansi DPC Muara Enim mendesak pemerintah dan instansi berwenang untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap aktivitas pertambangan serta memperketat pengawasan guna mencegah dampak lingkungan yang lebih luas.








