Divisinews.PATI,://DIVISINEWS.COM* – Peternak ayam petelur di Kabupaten Pati menjerit. Harga pakan ternak terus melambung tinggi, sementara harga jual telur di pasaran justru merosot tajam. Kondisi ini dinilai makin parah sejak program Makan Bergizi Gratis (MBG) berjalan dan banyak telur impor masuk ke pasar domestik.
Hasil Pantauan Awak Media DivisiNews.com di salah satu kandang peternak, Rabu (30/4/2026), ratusan ayam petelur terlihat di dalam kandang baterai. Di tangan peternak tergenggam telur segar hasil panen pagi, namun raut wajahnya justru muram.
“Pakan konsentrat + jagung sekarang 1 karung 50kg tembus Rp420 ribu, naik hampir Rp40 ribu dari 2 bulan lalu. Tapi harga telur di pengepul malah turun dari Rp28 ribu/kg jadi Rp23 ribu/kg. Jual telur sekarang malah rugi,” keluh Widodo, peternak di Kecamatan Gabus, Pati.
*Pakan naik, telur anjlok*
Peternak menyebut 70% biaya produksi ayam petelur ada di pakan. Kenaikan harga jagung dan bungkil kedelai jadi pemicu utama. Di sisi lain, harga telur konsumen justru turun karena pasokan berlebih.
Sejak program MBG digulirkan, peternak menduga ada telur impor masuk dalam jumlah besar untuk memenuhi kebutuhan. Harga telur impor yang lebih murah membuat pengepul lebih pilih telur luar daripada telur lokal.
“Sejak ada MBG, telur dari luar masuk terus. Harga murah, pedagang ya milih yang murah. Telur kita numpuk di kandang. Mau nggak dijual? Ayam tetap makan tiap hari,” ujar Widodo sambil menunjukkan telur hasil panen.
*Peternak terancam gulung tikar*
Jika kondisi ini terus berlanjut, banyak peternak kecil di Pati terancam berhenti beternak. Padahal ayam petelur butuh perawatan rutin, tidak bisa “diliburkan” seperti tanaman.
“Kami minta pemerintah perhatikan peternak lokal. Batasi telur impor, stabilkan harga pakan. Kalau nggak, peternak ayam petelur di Indonesia lama-lama habis,” tegasnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari Dinas Peternakan Pati terkait keluhan peternak dan masuknya telur impor.
Rls- @(Irwan Sholikin)
Baca berita selengkapnya: http://divisinews.com














