Example 728x250
BeritaDaerah

Tunggakan Biaya Kuliah Ancam Tiga Mahasiswi Unisa Palembang Tak Bisa Ikut UAS, Keluarga Mohon Kebijakan

109
×

Tunggakan Biaya Kuliah Ancam Tiga Mahasiswi Unisa Palembang Tak Bisa Ikut UAS, Keluarga Mohon Kebijakan

Sebarkan artikel ini

Divisinews.com // PALEMBANG – Menjelang pelaksanaan Ujian Akhir Semester (UAS), tiga mahasiswi Program Studi Farmasi Universitas Aisyiyah (Unisa) Palembang justru dihadapkan pada persoalan yang mengancam kelanjutan studi mereka.
Ketiganya terancam tidak dapat mengikuti UAS karena masih memiliki tunggakan biaya pendidikan.

Bagi ketiga mahasiswi tersebut, perkuliahan bukan sekadar proses menempuh pendidikan, tetapi juga menjadi wujud perjuangan keluarga untuk meraih masa depan yang lebih baik. Setelah berhasil menjalani perkuliahan hingga semester enam, mereka kini menghadapi ketidakpastian akibat keterbatasan ekonomi yang membuat pelunasan biaya kuliah secara sekaligus belum dapat dipenuhi.

Didampingi para wali mahasiswa, mereka telah mengajukan permohonan kepada pihak kampus agar diberikan kebijakan pembayaran tunggakan secara bertahap. Melalui skema tersebut, mereka berharap tetap diperbolehkan mengikuti UAS sembari menyelesaikan kewajiban pembayaran sesuai kemampuan keluarga.

Namun hingga saat ini, permohonan tersebut belum memperoleh persetujuan.

Salah seorang wali mahasiswa, Diding, yang mendampingi mahasiswi bernama Nabilah Nuraisah, mengatakan keluarganya tidak pernah berniat menghindari kewajiban membayar biaya pendidikan. Menurutnya, kendala yang dihadapi murni disebabkan kondisi ekonomi keluarga.

“Kami tidak meminta dibebaskan dari kewajiban. Kami hanya berharap diberi kesempatan untuk mengangsur. Yang penting anak-anak tetap bisa mengikuti ujian dan melanjutkan kuliahnya,” ujar Diding.

Ia menjelaskan, sebelumnya keluarga memperoleh informasi bahwa pembayaran dapat dilakukan secara bertahap. Berdasarkan informasi tersebut, mereka terus berupaya melakukan pembayaran sesuai kemampuan. Namun belakangan, mereka mendapat pemberitahuan bahwa seluruh tunggakan harus dilunasi terlebih dahulu sebelum mahasiswa diperkenankan mengikuti UAS.

Selain berkomunikasi langsung dengan pihak kampus, Diding juga meminta bantuan melalui organisasi Aisyiyah di Kabupaten Banyuasin agar dapat memfasilitasi penyampaian aspirasi kepada pihak Universitas Aisyiyah Palembang. Langkah itu dilakukan dengan harapan tercipta ruang dialog untuk mencari solusi yang mempertimbangkan kondisi ekonomi mahasiswa.

Meski demikian, hingga kini belum ada titik temu.

“Anak-anak ini sudah berjuang sampai semester enam. Sangat disayangkan jika perjuangan mereka harus terhenti hanya karena belum mampu melunasi tunggakan sekaligus. Kami berharap masih ada kebijakan yang dapat membantu,” katanya.

Salah seorang anggota Aisyiyah Banyuasin yang turut membantu proses komunikasi menyampaikan bahwa pihaknya telah menghubungi pihak terkait di lingkungan kampus. Berdasarkan informasi yang diterima, kebijakan tersebut merupakan hasil keputusan rapat sehingga mahasiswa diwajibkan melunasi seluruh tunggakan sebelum diperbolehkan mengikuti ujian.

Peristiwa ini mencerminkan bahwa tantangan mahasiswa tidak hanya berkaitan dengan prestasi akademik, tetapi juga persoalan ekonomi yang dapat memengaruhi keberlangsungan pendidikan. Bagi ketiga mahasiswi tersebut, pelaksanaan UAS menjadi penentu apakah perjuangan mereka selama enam semester dapat berlanjut atau terhenti karena kendala finansial.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Universitas Aisyiyah (Unisa) Palembang belum memberikan tanggapan resmi atas permohonan keringanan pembayaran tersebut. Redaksi telah berupaya menghubungi pihak kampus untuk meminta konfirmasi serta memberikan ruang hak jawab dan klarifikasi sesuai ketentuan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Pewarta : Yusan

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *